Berita Banda Aceh

Puskesmas Kuta Alam Temukan 4 Kasus DBD

Puskesmas Kuta Alam menemukan empat kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD). Tiga kasus di Kampung Mulia dan satu kasus di Jln Sisingamangaraja.

Editor: mufti

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puskesmas Kuta Alam menemukan empat kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD). Tiga kasus di Kampung Mulia dan satu kasus di Jln Sisingamangaraja.

Temuan kasus DBD tersebut dampak dari musim pancaroba yang membuat nyamuk aedes aegypti cepat berkembang biak. Atas temuan kasus tersebut, Puskesmas Kuta Alam mengambil langkah pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa, di kawasan tersebut, Rabu (22/1/2025).

Surveilen Puskesmas Kuta Alam, Yunus Arifin, mengatakan, pada tahun 2024 di Kecamatan Kuta Alam ditemukan lebih 30 kasus DBD. "Untuk tahun ini kita temukan tiga kasus baru di Kampung Mulia dan satu kasus lagi di Jln Sisingamangaraja itu. Kita sudah melakukan fogging di dua lokasi itu,” terangnya.

Yunus menerangkan, penyebaran kasus DBD di Kuta Alam terbilang hampir merata di setiap kampung. Sebab, Banda Aceh merupakan daerah endemis penyebaran nyamuk aedes aegypti atau demam berdarah. Mulai dari Kampung Mulia, Kampung Keramat, Peunayong, Beurawe, Kampung Laksana, dan Kuta Alam.

Di masa pancaroba seperti saat ini dan prilaku masyarakat yang kurang menjaga kebersihan, menjadi pemicu nyamuk DBD berkembang biak dengan cepat. Dikatakan, kebanyakan temuan kasus DBD tersebut menyerang anak-anak.

"Nyamuk demam berdarah ini hidup di penampungan air di dalam rumah. Dia suka berkembang biak di air yang jernih. Sehingga, umumnya banyak anak-anak yang terkena DBD," ungkapnya.

Bersihkan kampung

Menjadi daerah endemik penyebaran nyamuk aedes aegypti atau demam berdarah, DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Banda Aceh mengimbau agar para keuchik di Banda Aceh instruksikan warga melakukan gotong royong membersihkan kampung.

Ketua DPC Apdesi Banda Aceh, Alta Zaini, mengatakan, gotong royong massal itu guna membersihkan selokan-selokan untuk membasmi sarang nyamuk tersebut. Sebab saat ini kasus DBD di Banda Aceh terbilang cukup tinggi tiap tahunnya. Terlebih adanya temuan empat kasus baru DBD di kawasan Kecamatan Kuta Alam.

Keuchik Lampulo itu meminta agar masyarakat dan perangkat desa ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu juga sebagai upaya untuk mencegah penyebaran nyamuk demam bersatah berkembang biak.

"Gotong royong ini dapat kita lakukan dengan membersihkan selokan dan tampungan air tempat nyamuk itu berkembang biak," katanya.(iw)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved