Internasional
Trump Siap Bertemu Putin 'Segera' Guna Memastikan Berakhirnya Perang Ukraina dan Rusia
Trump menyatakan bahwa pertemuan ini sangat mendesak, tidak hanya dari sisi ekonomi atau politik, tetapi lebih pada pentingnya menyelamatkan nyawa ya
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan keinginannya untuk segera bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, guna mencari solusi dan mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Ukraina.
Dilansir dari kantor berita Reuters pada Jumat (24/1/2025), Trump menyatakan bahwa pertemuan ini sangat mendesak, tidak hanya dari sisi ekonomi atau politik, tetapi lebih pada pentingnya menyelamatkan nyawa yang terus hilang akibat konflik tersebut.
Ia menilai perang ini sebagai pembantaian yang harus segera dihentikan, dengan jutaan nyawa yang terancam sia-sia setiap harinya.
Trump menegaskan bahwa dirinya benar-benar ingin bertemu dengan Putin secepat mungkin, dan ia percaya bahwa setiap hari yang dilewatkan tanpa pertemuan itu akan berarti semakin banyak tentara yang kehilangan nyawa di medan perang.
Dalam keterangannya di Forum Ekonomi Dunia di Davos melalui tautan video, Trump mengatakan bahwa meskipun perang antara Ukraina dan Rusia diperkirakan akan memakan waktu lama untuk diselesaikan, ia tetap bertekad untuk berusaha keras mencapai penyelesaian damai.
Trump mengungkapkan bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah menyatakan kesiapannya untuk membuat kesepakatan dengan Rusia untuk mengakhiri perang ini, yang mengarah pada harapan bahwa mungkin ada jalan menuju perdamaian.
Trump juga menambahkan bahwa meskipun penyelesaian damai ini bisa berlangsung lama, dia siap untuk memulai pembicaraan dengan Putin segera.
Selain itu, Trump juga berbicara mengenai masalah senjata nuklir, yang menjadi topik penting dalam hubungan internasional, terutama dengan Rusia dan China.
Trump menyatakan bahwa ia ingin mengurangi persenjataan nuklir di dunia dan percaya bahwa Rusia, bahkan China, mungkin akan setuju untuk mengurangi kemampuan nuklir mereka jika ada kesepakatan yang lebih besar.
Ia menilai bahwa Putin sangat tertarik pada gagasan pengurangan senjata nuklir dan berpendapat bahwa ini bisa menjadi langkah penting dalam mengurangi ketegangan global.
Trump menyebutkan bahwa dengan komitmen dari negara-negara besar seperti Rusia dan China, dunia bisa bergerak menuju denuklirisasi, sebuah tujuan yang menurutnya penting bagi masa depan perdamaian dunia.
Namun, situasi yang lebih kompleks tetap dihadapi dalam hubungan AS dan Rusia terkait senjata nuklir.
Rusia telah memodernisasi pasukan nuklirnya dan telah mengancam akan menggunakan senjata nuklir dalam perang melawan Ukraina.
Meski begitu, Trump tetap berharap bahwa kesepakatan tentang pengurangan senjata nuklir dapat tercapai dengan Rusia dan China.
Ia juga menyinggung bahwa meskipun Rusia telah menangguhkan pakta New START, yang mengatur pembatasan jumlah hulu ledak nuklir strategis, hingga 2023, Rusia tetap berada dalam batasan yang ditetapkan oleh perjanjian tersebut sampai saat ini.
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/trump-dan-putin-pada-2017.jpg)