Selasa, 21 April 2026

Perang Gaza

Serangan Brutal Israel Selama 15 Bulan Mengubah Rafah Menjadi Tumpukan Puing-puing

Dulunya terkenal dengan produksi pertanian, ikatan perdagangan, dan pasar yang ramai, Rafah telah berubah menjadi tumpukan puing. 

Editor: Ansari Hasyim
Jehad Alshrafi/Associated Press
Penduduk Palestina Kembali ke Rafah yang luluh lantak akibat serangan Israel usai berlakunya gencatan senjata Israel-Hamas, Senin (20/1/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Ahmed al-Soufi, walikota kota Rafah di selatan Gaza, telah menggambarkan keadaan kotanya dalam sebuah wawancara dengan rekan-rekan kami di Al Jazeera Arabic.

Dulunya terkenal dengan produksi pertanian, ikatan perdagangan, dan pasar yang ramai, Rafah telah berubah menjadi tumpukan puing. 

“Ketika saya melihatnya untuk pertama kalinya sejak berangkat pada malam invasi militer Israel Mei lalu, hati saya tenggelam.”

Baca juga: Mesir Galau Soal Rencana Trump Usir Warga Gaza, Takut Hubungannya dengan AS Rusak

Menurut al-Soufi, serangan Israel telah menghancurkan berbagai infrastruktur Rafah.

Seperti menghancurkan 80 persen rumah, lebih dari 80 persen bangunan kota, dan setidaknya setengah dari sumur air.

Merusak 70 persen fasilitas pembuangan limbah.

Jalan rusak sepanjang 291 kilometer (181 mil).

Menghancurkan 81 masjid, empat sekolah, empat rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan.

Menghancurkan ribuan dunam lahan pertanian dan rumah kaca.

“Penghancuran tersebut tidak dibenarkan secara militer tetapi tampaknya merupakan pembalasan terhadap Rafah dan penduduknya,” kata al-Soufi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved