Minggu, 19 April 2026

Bireuen

Jalan Penghubung 11 Desa di Simpang Mamplam Bireuen Rusak Parah, Ini Harapan Warga

Adapun ruas jalan rusak yang menghubungkan 11 desa mencapai puluhan kilometer yaitu ruas jalan mulai dari Desa Keude Tambue...

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
JALAN RUSAK - Ruas jalan di kawasan Desa Keude Tambue, Simpang Mamplam yang menghubungkan ke 10 desa lainnya di kecamatan itu rusak. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Ruas jalan utama menghubungkan 11 desa di Simpang Mamplam, Bireuen sejak lama rusak dan belum diperbaiki.

Masyarakat mengharapkan dinas terkait turun ke lapangan melihat kondisi jalan dan memperbaiki mana yang sangat mendesak di berbagai desa.

Adapun ruas jalan rusak yang menghubungkan 11 desa mencapai puluhan kilometer yaitu ruas jalan mulai dari Desa Keude Tambue terhubung ke Meunasah Asan, jalan Peuneulet Tunong, Cure Tunong, Cure Baroh,
Peuneulet Baroh dan Ulee Kareng.

Kemudian ruas jalan tersebut juga terhubung dengan Desa Blang Panyang, Lookmane, Calok dan Alue Leuhob. Kondisi jalan berlubang di beberapa titik dan juga kerusakan lainnya. Jalan tersebut  menjadi sarana utama bagi warga melakukan perjalanan, baik bagi bagi siswa ke sekolah maupun  masyarakat setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut.

Kerusakan jalan menurut sejumlah warga menghambat aktivitas masyarakat dan berharap dapat perhatian serius dari pemerintah daerah.  

Mukim Keude Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, Syibra Amlasi, Rabu (29/1/2025) mengatakan, jalan sudah lama rusak dan belum diperbaiki.

Seharusnya, katanya, pemerintah daerah lebih peka terhadap kondisi jalan yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat.

"Jalan  yang menghubungkan ke berbagai desa menjadi akses  utama warga melintas untuk mengangkut hasil panen menuju ke perkotaan. Para pedagang ikan hasil nelayan banyak mengeluhkan jalan rusak dan
berlubang tersebut," ujarnya.

Kondisi jalan rusak sepanjang lebih puluhan kilometer. Selain berlubang, kata Syibra Amlasi, jalan ini juga rawan menimbulkan kecelakaan, terutama pada malam hari karena tidak ada lampu jalan.

Ditambah lagi, ketika hujan turun, badan jalan yang rusak tergenang air yang semakin memperburuk keadaan. "Kami minta Penjabat Pj Bupati Bireuen untuk meninjau jalan ke lokasi, melihat kondisi jalan yang rusak,” ujarnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved