Senin, 18 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Program Broh Jeut Keu Peng, DPRK Lhokseumawe Apresiasi Gebrakan Awal Sayuti

Sayuti mulai melakukam gebrakan awal dengan mengirim tim ke Banyumas, Jawa Tengah, untuk melakukan survey yang mendalam

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
DPRK LHOKSEUMAWE - Sekretaris Komisi A DPRK Lhokseumawe Sayed Fakhri 

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Meskipun belum dilantik, Dr Sayuti Abu Bakar SH MH selaku calon Wali Kota Lhokseumawe peraih suara terbanyak pada Pilkada 2024, mulai gebrakan awal untuk mewujudkan programnya, yakni "Broh Jeut Keu Peng" atau mengolah sampah menjadi uang.

Dimana dalam mewujudkan program tersebut, Sayuti mulai melakukam gebrakan awal dengan mengirim tim ke Banyumas, Jawa Tengah, untuk melakukan survey yang mendalam. 

Dimana Banyumas merupakan salah satu daerah yang mengelola sampah terbaik di Indonesia.

Langkah awal Sayuti Abu Bakar ini pun mendapatkan apresiasi dari pihak DPRK Lhokseumawe.

Seperti yang diutarakan Sekretaris Komisi A DPRK Lhokseumawe, Sayed Fakhri.

Baca juga: Broh Jeut Keu Peng, Ini Gebrakan Sayuti Abu Bakar Wujudkan Program Sampah Jadi Uang di Lhokseumawe

Kepada Serambinews.com, Selasa (28/1/2025), Politisi PNA menjelaskan, sampah merupakan persoalan lama di Kota Lhokseumawe.

Sehingga progran yang diusulkan Sayuti untuk menuntaskan persoalan sampah di Kota Lhokseumawe sangatlah tepat sasaran. 

"Saya yakin 100 persen, program ini akan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Lhokseumawe," tegas pria yang kerap disapa Ayi tersebut.

Lalu Sayed Fakhri juga memberikan apresiasi terhadap tekat Sayuti yang ingin menuntaskan program ini.

"Belum dilantik saja sudah mulai berpikir untuk Kota Lhokseumawe, yakni dengan mengirim tim survey ke Banyumas. Jadi kami pihak dewan sangat memberi apresiasi," katanya.

Selain itu,  dengan mengadopsi sistem pengelolaan sampah di Banyumas merupakan salah satu langkah yang tepat dan merupakan  solusi terbaik dalam mengangani persoalan sampah di Kota Lhokseumawe.

"Intinya, kita akan mendukung penuh program ini," pungkas Sayed Fakhri.

Baca juga: Trump Tawarkan Gaji 8 Bulan untuk Pekerja Federal yang Mau Mundur, Jutaan Pekerja Terancam!

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu  Sayuti telah mengirim timnya ke Banyumas, Jawa Tengah, untuk melakukan survey.

Untuk diketahui, Banyumas merupakan sebuah daerah di Indonesia yang telah mampu mengelola sampah dengan baik.

Pemerintahnya telah mampu mengajak masyarakat untuk ikut serta memilih sampah dan menjualnya kepada Pemkab Banyumas dengan menggunakan aplikasi Sampah Online Banyumas (Salinmas) dan Ojeke Inyong (Jeknyong).

Selanjutnya, sampah -sampah yang dijual masyarakat dipilah, dan diolah untuk menjadi berbagai produk, seperti paving, atap, bata, pupuk kompos, biji plastik, dan produk lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

Sedangkan tim Sayuti yang dikirim ke Banyumas untuk melakukan survey, terdiri Ketua Relawan Sayuti Center Khaidir Abubakar, didampingi Habibi, Zainal, Fauzi, dan Titik Nuraini selaku Sekjen Sekolah Sampah Nusantara dari Jakarta.

Tim survey ini pun tiba di Banyumas pada Jumat (24/1/2025) kemarin, dan disambut langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyumas, Widodo Sugiri ST.

Baca juga: Harga Emas Naik, Segini Harga Emas Per Mayam di Lhokseumawe Rabu 29 Januari 2025

Habibi, selaku Anggota Tim Survey, kepada Serambinews.com, Sabtu (25/1/2025), menyebutkan, pihaknya diutus Sayuti Abu Bakar untuk melakukan pendalaman terkait pengolahan sampah di Banyumas.

"Kami diutus langsung oleh Bapak Sayuti Abubakar untuk melakukan survey awal, guna mempelajari bagaimana inovasi dan pengolahan sampah. Sehingga kami melihat secara langsung sampah yang diolah menjadi bubur organik, pakan magot, bahan alternatif pengganti batu bara. 

Sedangkan sampah nilai rendah dijadikan RDF dan abu hasil pembakaran pun diolah menjadi paving blok dan genteng atap rumah," paparnya.

Lanjut Habibi, pihaknya juga melakukan diskusi dengan Kadis Lingkungan Hidup Banyumas terkait Lahan, mesin- mesin operasional yang dibutuhkan, termasuk keterlibatan masyarakat.

"Metode yang diciptakan di Banyumas tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, sebagaimana visi - misi Bapak Sayuti," ujarnya.

Tambah Habibi,setelah kunjungan ini, pihaknya akan melaporkan kembali kepada Sayuti sebagai langkah awal menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Lhokseumawe yang bersih, hijau, sejuk dan nyaman.(*)

Baca juga: Mahasiswa KKN-PPM UNIMAL Kelompok 87 Sosialisasi Tentang Sampah di SDN 11 Samudra

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved