Kamis, 30 April 2026

40 Prajurit TNI Diperiksa Buntut Perusakan Warung Warga, Kodam Bukit Barisan Ungkap Pemicunya

Dia mengatakan, para pemuda yang terlibat keributan diduga merupakan anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tribun Medan/Anugrah Nasution
KAPENDAM I BUKIT BARISAN - Kapendam 1 Bukit Barisan, Kolonel Dody Yudha saat memberikan keterangan soal insiden kericuhan antara personel TNI dengan warga yang ada Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancurbatu, Kamis (30/1/2025). Sudah ada 40 anggota TNI dimintai keterangan buntut kejadian tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 40 anggota TNI diperiksa usai terjadi kericuhan antara personel Resimen Arhanud 2/SSM dan sekelompok pemuda di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Rabu (29/1/2025).

Hal tersebut disampaikan Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Dody Yudha, Kamis (30/1/2025), seperti dilansir Tribun Medan.

"Ada sekitar 40 orang itu sudah dipanggil dan diperiksa lebih lanjut," kata Dody. 

 "Karena setelah dikeroyok kan anggota minta bantuan, selesai itu datang sekitar 40 orang. 
Masing-masing di sana," ujarnya.

Atas insiden tersebut, ia pun menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengganti kerusakan yang dialami warga akibat keributan tersebut.

Seperti diberitakan, kericuhan antara personel TNI dan sekelompok pemuda itu menyebabkan sejumlah kendaraan dan satu warung mengalami kerusakan.


"Kita minta maaf atas kejadian tersebut dan kami akan mengganti rugi semuanya," tegasnya.

Baca juga: Puluhan Oknum TNI Serang Warung Warga Deli Serdang, Motor dan Mobil Dirusak, Ternyata Salah Sasaran

Kronologi Versi TNI

Dody mengatakan insiden itu bermula dari pengeroyokan anggota TNI bernama Praka Darma Syahputra Lubis.

"Personel Menarhanud 2/SSM atas nama Praka Darma Saputra Lubis melintas kemudian berpapasan dengan tiga orang pemuda yang mengendarai sepeda motor trail dengan knalpot racing dan menggeber-geber motornya disamping Praka Darma Saputra Lubis," kata Dody, Kamis.

Menurut dia, sikap tiga pemuda yang disebut memprovokasi anggota TNI tersebut, sebagai pemicu keributan.

Dody mengatakan Praka Darma kemudian mengikuti tiga pemuda tersebut hingga berhenti di sebuah warung. Lalu terjadi cekcok antara Praka Darma dan sejumlah pemuda.

Dia mengatakan, para pemuda yang terlibat keributan diduga merupakan anggota salah satu organisasi masyarakat (ormas).

"Praka Darma Saputra Lubis merasa terganggu, lalu mengikuti pemuda tersebut hingga sampai ke sebuah warung milik Ibu Ika Ginting yang diduga sebagai tempat berkumpulnya salah satu ormas karena warung tersebut dicat dengan warna loreng ormas tersebut," kata Dody.

Praka Darma kemudian menegur tiga pemuda itu. Karena tidak terima ditegur, terjadi cekcok mulut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved