Berita Aceh Tamiang
Jalan Nasional di Aceh Tamiang Kupak Kapik, Rawan Kecelakaan dan Merusak Citra Aceh Beraspal Mulus
Selain rawan kecelakaan, kondisi ini dinilai juga merusak citra Aceh yang selama ini dikenal sebagai daerah yang identik dengan aspal mulus.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Selain rawan kecelakaan, kondisi ini dinilai juga merusak citra Aceh yang selama ini dikenal sebagai daerah yang identik dengan aspal mulus.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Kerusakan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Aceh Tamiang semakin parah.
Selain rawan kecelakaan, kondisi ini dinilai juga merusak citra Aceh yang selama ini dikenal sebagai daerah yang identik dengan aspal mulus.
Menurunnya kualitas jalan raya di Aceh ini langsung dirasakan pengendara ketika masuk perbatasan dari Langkat, Sumatera Utara ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Para pengendara langsung disajikan jalan raya yang penuh lubang dan tambal sulam.
Titik terparah berada di Seumadam karena satu lajur jalan sepanjang kurang lebih 200 meter rusak parah dan mengharuskan pengendara dari arah Kualasimpang menggunakan lajur berlawanan.
Kondisi ini sangat riskan menimbulkan kecelakaan karena kendaraan dari arah Medan melaju dengan kecepatan tinggi.
Baca juga: Kasus Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area, Besok Berkas Perkara Diserahkan ke Pengadilan
“Beberapa kali sudah terjadi kecelakaan lalu lintas, bahkan ada yang meninggal dunia, harus ada penanganan serius,” kata Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, kepada Serambinews.com, Kamis (30/1/2025).
Meski jalan tersebut berstatus nasional yang wewenangnya berada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Fadlon, menuntut kontribusi Dinas PUPR Aceh Tamiang.
Dia berharap Dinas PUPR aktif membangun komunikasi dengan kementerian ataupun provinsi agar kerusakan jalan bisa segera diperbaiki.
Titik kerusakan jalan ini ditemukan di sepanjang jalan nasional Aceh Tamiang, mulai dari perbatasan Sumatera Utara hingga Langsa.
“Di Seumadam itu kendaraan harus menggunakan satu lajur karena separuh jalan sudah kupak kapik,” ujarnya.
Kondisi ini sudah berlangsung lama dan sangat berisiko menyebabkan kendaraan ‘laga kambing’.
Baca juga: Prabowo Minta Malaysia Investigasi Kasus Penembakan 5 WNI, Sudah Bahas dengan Anwar Ibrahim
Kerusakan jalan ini diperaparah dengan minimnya penerangan di malam hari.
Wakil Ketua II DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Nur menambahkan kerusakan jalan ini sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan maut.
Dia meminta seluruh kerusakan diperbaiki dengan maksimal agar tidak terjadi gelombang yang membuat kendaraan hilang kemudi.
“Kerusakan ini tidak akan sampai separah ini bila Dinas PUPR memiliki komunikasi yang baik dengan kementerian ataupun provinsi.
Harusnya segera dilaporkan ketika menemukan kerusakan dini,” kata Muhammad Nur didampingi Wakil Ketua II, Syaiful Bahri. (*)
| Budidaya Kepiting Soka, Cara Efektif Tekan Perambahan Hutan Bakau |
|
|---|
| BRA Bagi-bagi Tas dan Perlengkapan Alat Tulis untuk Murid SD di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Kembangkan Budidaya Kepiting Soka, Kelompok Wanita di Aceh Tamiang Raih Omzet Rp 2 Juta per Hari |
|
|---|
| Dua Desa di Atam Terhubung Jembatan Gantung Garuda, Warga Gelar Syukuran |
|
|---|
| Aceh Tamiang Maksimalkan Lahan Tidur untuk Program Ketahanan Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-amblas-di-tamiang3.jpg)