Internasional

Pembakar Alquran Ditembak Mati di Swedia

Seorang pria berusia 40-an ditemukan tertembak di sebuah apartemen dan ia dilarikan ke rumah sakit, kata juru bicara kepolisian Stockholm.

|
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Anadolu Agency
PEMBAKAR ALQURAN - Salwan Momika, yang dikenal karena membakar salinan Al-Quran di depan umum, ditembak mati di apartemennya di Swedia pada Rabu malam, media pemerintah melaporkan pada hari Kamis. 

SERAMBINEWS.COM - Salwan Momika, yang dikenal karena membakar salinan Al-Quran di depan umum, ditembak mati di apartemennya di Swedia pada Rabu malam, media pemerintah melaporkan pada hari Kamis.

Salwan Sabah Matti Momika, 38, ditemukan tewas di alamatnya di kota Sodertalje, lembaga penyiaran publik SVT melaporkan.

Seorang pria berusia 40-an ditemukan tertembak di sebuah apartemen dan ia dilarikan ke rumah sakit, kata juru bicara kepolisian Stockholm.

Kemudian, polisi mengonfirmasi bahwa seorang pria telah meninggal dan mereka memulai penyelidikan atas pembunuhan tersebut.

Menurut laporan, polisi Denmark juga telah diberi pengarahan tentang pembunuhan tersebut.

Baca juga: Bagaimana Hukum Membawa HP Miliki Aplikasi Alquran ke Kamar Mandi? Begini Penjelasan Buya Yahya 

Laporan mengatakan penembakan itu mungkin disiarkan langsung di media sosial.

Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan pembunuhan Momika adalah insiden "spektakuler" dan dinas keamanan terlibat aktif dalam penyelidikan, media lokal melaporkan.

"Jelas ada risiko adanya hubungan dengan kekuatan asing," kata Kristersson dalam konferensi pers.

Momika, seorang Kristen Irak, diberi izin tinggal pada tahun 2021 dan sejak itu terkenal karena mengorganisir serangkaian pembakaran salinan Al-Quran di tempat umum di seluruh negara Nordik tersebut.

Tahun lalu, Momika, bersama dengan Salwan Najem, secara resmi didakwa dengan "pelanggaran agitasi terhadap kelompok etnis atau nasional" sebanyak empat kali yang mereka lakukan pada musim panas tahun 2023.

Badan Migrasi Swedia telah mencabut izin tinggal Momika, dengan alasan informasi palsu dalam permohonan aslinya.

Kemudian Momika, yang tinggal di Swedia sejak 2018, berangkat ke Norwegia pada 27 Maret tahun lalu tetapi ditangkap dan dideportasi kembali ke Swedia.

Pembakaran salinan Al-Quran di Swedia dan Denmark dengan dalih kebebasan berbicara telah memicu reaksi keras di negara-negara Muslim, termasuk serangan terhadap misi diplomatik.

Menyusul protes di dunia Muslim, Denmark meloloskan undang-undang pada bulan Desember yang melarang pembakaran salinan Al-Quran di tempat umum.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved