Selasa, 12 Mei 2026

Luar Negeri

Pesawat American Airlines Tabrak Helikopter Black Hawk, Tak Ada yang Selamat, 19 Jasad Ditemukan

Akibat tabrakan itu, pesawat yang mengangkut kira-kira 60 orang penumpang dan 4 kru tersebut jatuh ke Sungai Potomac.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
DOK Twitter
TABRAKAN PESAWAT: Kolase foto pesawat American Airlines (kiri), screenshot vdieo tabrakan pesawat (tengah), dan Helikopter Black Hawk (kanan). Pesawat American Airlines tabrakan dengan helikopter militer saat hendak mendarat di Bandara Ronald Reagan Washington, Rabu (29/1/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Pesawat American Airlines bertabrakan dengan helikopter saat mendekati Bandara Nasional Ronald Reagan di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (29/1/2025) waktu setempat.

Akibat tabrakan itu, pesawat yang mengangkut kira-kira 60 orang penumpang dan 4 kru tersebut jatuh ke Sungai Potomac.

Tim SAR langsung melakukan pencarian dan penyelamatan menggunakan perahu.

Kabar terbaru dari insiden American Airlines tabrak helikopter Black Hawk, 19 jasad ditemukan hingga Rabu (29/1/2025) tengah malam waktu setempat.

Jasad-jasad korban tersebut ditarik keluar dari Sungai Potomac yang dingin dan membeku.

Pesawat American Airlines 5342 yang merupakan jet regional Bombardier CRJ700, bertabrakan dengan helikopter Sikorsky H-60 saat mendekati Landasan Pacu 33 di Bandara Nasional Reagan Washington.

Menurut pernyataan dari Badan Penerbangan Federal (FAA) dan pejabat layanan darurat (EMS), kedua pesawat itu jatuh ke perairan Potomac setelah tabrakan.

Tim penyelamat telah menemukan sedikitnya 19 jenazah dari sungai, meskipun jumlah pasti korban belum diungkapkan oleh pejabat dalam konferensi pers, dikutip dari BNO News.

Awalnya, dilaporkan bahwa empat korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup. 

Namun, beberapa sumber kemudian menyampaikan kepada CNN bahwa tidak ada korban selamat yang berhasil ditemukan dalam operasi penyelamatan tersebut. 

American Airlines telah mengonfirmasi bahwa pesawat itu membawa 60 penumpang dan empat awak saat kejadian. 

Sementara itu, menurut Angkatan Darat AS, helikopter Black Hawk tersebut mengangkut tiga tentara. 

Saat ini, FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Faktor cuaca, kesalahan komunikasi, dan kemungkinan kegagalan teknis menjadi beberapa aspek yang akan diperiksa lebih lanjut.

Baca juga: VIDEO Detik detik Pesawat America Eagle Tabrak Helikopter Militer Blackhawk, Picu Ledakan Besar

Sementara itu, kepala Pemadam Kebakaran dan EMS DC John A. Donnelly Sr. mengatakan bahwa upaya pencarian difokuskan di dalam air.

Menurut Donnelly, upaya pencarian ini menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya adalah air sungai yang sangat dalam.

“Tantangannya adalah akses. Kedalaman air tempat kami beroperasi sekitar 8 kaki, berangin, dan ada bongkahan es di sana, jadi sangat berbahaya dan sulit untuk bekerja di sana,” kata Donnelly, dikutip dari CNN.

 
Tidak hanya kedalaman, tetapi air yang berwarna gelap juga menjadi kendala dalam upaya pencarian.

“Airnya gelap dan keruh, dan itu kondisi yang sangat sulit bagi mereka untuk menyelam," jelasnya.

“Jika Anda bayangkan, sungai itu seperti titik hitam besar di malam hari tanpa ada lampu di atasnya, kecuali beberapa lampu pelampung," tambahnya.

Donelly menjelaskan bahwa upaya pencarian korban dan penyelidikan diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

 

Kata saksi soal tabrakan pesawat di Amerika
 

Saksi bernama Ari Schulman menyebutkan, ada percikan api besar ketika tabrakan terjadi. Ia melihatnya saat berkendara pulang. 

"Awalnya saya melihat pesawat itu dan tampak baik-baik saja, normal. Pesawat itu hampir mendarat," katanya kepada CNN.

"Tiga detik kemudian, saat itu pesawat miring ke kanan... Saya bisa lihat bagian bawahnya, menyala kuning terang, dan ada percikan api di bawahnya," tambah Schulman.

Sementara itu, warga Washington DC bernama Abadi Ismail mengungkapkan, ia mendengar dua suara ledakan yang tak biasa.

"Saya dengar dua suara ledakan tak biasa, saya belum pernah mendengarnya," ucap pria berusia 38 tahun itu kepada CNN.

Menurutnya, suaranya seperti ledakan di medan perang. Ia pun langsung menuju jendela, tetapi yang dilihatnya tinggal asap.

Rekaman video dari Ismail memperlihatkan tim SAR menyisir Sungai Potomac untuk mencari para korban tabrakan pesawat American Airlines dengan helikopter Black Hawk.

 

Baca juga: Polres Langsa Ringkus 3 Orang Komplotan Pencuri di Aceh Timur, Sita Sepmor hingga HP dan Laptop

Baca juga: Pergeseran Nilai Syariat Islam di Aceh, Ustadz Masrul Aidi: Bukannya Mencegah Zina, Tapi Menggerebek

Baca juga: Seo Kang Joon Kembali Ke Layar Kaca: Menyusuri Dunia Baru Lewat Drama Undercover High School

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved