Novia Dibunuh Oknum TNI AD di Pondok Aren, Jasad Membusuk, Pelaku Ditahan di Denpom Jaya Tangerang

Garis polisi yang membentang di lokasi kejadian, tampak mencolok dengan tulisan "Dilarang Keras Melewati Garis Polisi Militer".

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Tribun Medan/HO
WANITA DIBUNUH TNI - Foto ilustrasi Novia Sopiah tewas dianiaya oknum TNI AD di rumah kontrakan, kampung Bonjol, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (31/1/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Perempuan bernama Novia Sopiah (26) yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten,  Jumat (31/1/2025).

Novia Sopiah tewas dianiaya oknum TNI AD di rumah kontrakan, kampung Bonjol, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten disebut bekerja sebagai pelayan toko.

Garis polisi membentang di depan sebuah rumah kontrakan di kampung Bonjol, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat (31/1/2025).

Garis polisi yang membentang di lokasi kejadian, tampak mencolok dengan tulisan "Dilarang Keras Melewati Garis Polisi Militer".

Aroma busuk tercium ketika melintas di depan rumah kontrakan yang terletak di tengah pemukiman warga itu.

Bau busuk yang menggegerkan warga ternyata berasal dari jasad Novia (26), seorang single parent yang sehari-harinya bekerja di sebuah toko baju. 

Pihak kepolisian belum ada yang memberikan respons perihal penemuan jasad wanita ini.

 

Oknum Prajurit TNI AD Ditahan di Denpom Jaya 1 Tangerang

Oknum prajurit TNI AD diduga melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita di Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan ditangkap.

Kapendam Jaya Kolonel Infanteri Deki R Putra menuturkan saat ini oknum anggota yang bersangkutan sudah ditahan di Denpom Jaya 1 Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pihak TNI juga sudah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan,” urainya saat dikonfirmasi, Jumat (31/1/2025).

 
Menurutnya, komitmen pimpinan TNI AD akan memproses anggota sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan bukti-bukti hasil pemeriksaan yang menunjukkan tindakan yg melanggar hukum.

“Kami mewakili seluruh jajaran TNI AD menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi dan apabila ada perbuatan yang dilakukan oknum yang bersangkutan itu adalah pribadi dan bukan mewakili institusi,” imbuh Kapendam.

Dia memastikan perkembangan hasil pemeriksaan akan kami sampaikan lebih lanjut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved