Minggu, 10 Mei 2026

Berita Kutaraja

Respon Penembakan PMI, Pj Gubernur Minta Warga Aceh Tempuh Jalur Formal Jika Ingin Bekerja di LN

“Karena jelas-jelas sekali kalau perjalanan ilegal itu sungguh berbahaya, tidak dapat dilindungi. Minimum ada perlindungan dari pemerintah,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
IMBAU UNTUK WARGA - Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA mengimbau masyarakat Tanah Rencong yang ingin bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi, Jumat (31/1/2025). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA mengimbau masyarakat Tanah Rencong yang ingin bekerja ke luar negeri agar menempuh jalur resmi. 

Hal itu disampaikan Safrizal merespon kasus penembakan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Kepolisian Malaysia beberapa waktu lalu, di mana dua di antaranya merupakan warga Aceh.

“Kalau ingin bekerja di luar negeri tempuhlah prosedur formal yang sudah tersedia. Cek dan ricek badan jasa atau pemberi jasa yang menawarkan bantuan perjalanan ke luar negeri,” kata Safrizal, Jumat (31/1/2025).

Selain itu, Safrizal juga mengingatkan bupati/wali kota, camat, dan kepala desa seluruh Aceh untuk gencar melakukan sosialisasi kepada warganya agar tidak ada lagi masyarakat yang nekat ke luar negeri lewat jalur gelap.

“Karena jelas-jelas sekali kalau perjalanan ilegal itu sungguh berbahaya, tidak dapat dilindungi. Minimum ada perlindungan dari pemerintah,” ujarnya.

“Ini sosialisasikan kepada masyarakat sampai ke tingkat desa, jangan jatuh lagi korban-korban, apakah trafficking atau kekerasan seperti yang baru saja terjadi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Safrizal juga menyampaikan kondisi terkini dua warga Aceh yang ditembak oleh polisi Malaysia. 

Di mana saat ini kondisi keduanya sudah mulai membaik. 

“Hasil update tadi malam, korban yang penduduk Riau sudah dipulangkan dan sekarang sudah dimakamkan di Riau,” beber Pj Gubernur. 

“Sementara dua lagi membaik dan sudah melewati fase-fase kritis,” ungkapnya.

Safrizal berharap, penanganan kesehatan terhadap dua warga Aceh yang tertembak tersebut dapat segera selesai. 

Sehingga keduanya bisa segera dipulangkan.

“Nantinya KBRI akan membantu tindak lanjut daripada korban yang nanti apakah akan diproses pemulangan,” tutur dia.

“Kita akan bantu pemulangan, atau nanti ada proses hukum kita mengikuti perkembangan yang terjadi,” tandasnya.

“Dan tentu kita sudah meminta Kemenlu untuk mengusut secara tuntas penggunaan kekerasan berlebihan yang terjadi,” pungkas Pj Gubernur Aceh.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved