Jumat, 5 Juni 2026

Berita Aceh Timur

Diduga Keracunan, Gajah Betina Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Sempat Lakukan Perawatan 10 Hari

"Dari diagnosa sementara, kemungkinan besar organ pencernaan mengalami kerusakan atau infeksi,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Aceh.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
GAJAH BETINA MATI - Gajah betina yang sempat diobati karena sakit ditemukan mati di Aceh Timur, Sabtu (1/2/2025). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Seekor gajah betina berusia sekitar 7-8 tahun, ditemukan mati di Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur

Sebelumnya, Gajah Sumatera tersebut sempat mendapat perawatan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh karena terinfeksi penyakit.

Informasi yang diterima Serambinews.com, Sabtu (1/2/2025), menyebutkan, bahwa Resor Konservasi Eksitu Langsa bersama tim Elephant Protection Team (EPT) telah melakukan pemeriksaan dan penanganan medis terhadap gajah tersebut. 

Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi mulut dan lidah gajah mengalami infeksi dengan warna merah dan bernanah. 

Selain itu, fesesnya berwarna hitam dan berukuran kecil.

"Dari diagnosa sementara, kemungkinan besar organ pencernaan mengalami kerusakan atau infeksi,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Aceh, Kamaruzzaman. 

“Bagian vagina juga mengalami pendarahan yang diduga akibat mengonsumsi sesuatu yang mengandung racun, sehingga menyebabkan gangguan serius pada sistem pencernaan,"  urainya.

Diobati selama 10 hari

Sebelumnya, pada Jumat (24/1/2025), tim medis kembali melakukan pengobatan terhadap gajah tersebut dengan memberikan cairan tambahan, obat, dan vitamin. 

Namun, kondisinya tidak menunjukkan banyak kemajuan. 

Pemeriksaan lebih lanjut mengindikasikan bahwa organ ginjal dan sistem metabolisme pencernaan sudah terganggu.

Saat penanganan medis berlangsung, gajah itu mengeluarkan urin dan feses berwarna hitam serta berbau busuk yang menandakan adanya reaksi metabolisme pencernaan. 

Tim medis kemudian mengambil sampel darah kedua untuk diuji di laboratorium.

BKSDA Aceh mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam upaya perlindungan dan  penyelamatan satwa dilindungi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved