Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

BMKG Ingatkan Nelayan Aceh, Potensi Gelombang Laut Capai 2,5 Meter

BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang mengingatkan nelayan agar waspada akan potensi gelombang laut yang mencapai 2,5 meter di perair

Tayang:
Editor: mufti
Serambi Indonesia
Gelombang tinggi di pesisir pantai Gampong Jawa, Banda Aceh terpantau mengganas, Rabu (13/7/2022). 

“Selalu waspada ketika melaut dan tetap mempersiapkan alat keselamatan. Untuk di darat kita imbau agar waspada pohon tumbang ketika angin kencang terjadi.” Muhammad Rafli, Forecaster on Duty BMKG SIM

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang mengingatkan nelayan agar waspada akan potensi gelombang laut yang mencapai 2,5 meter di perairan Aceh dengan kecepatan angin hingga 5-25 Knots.

Forecaster on Duty (FOD) BMKG SIM, Muhammad Rafli kepada Serambi, Sabtu (1/2/2025) mengatakan bahwa ketinggian gelombang di wilayah perairan Aceh terpantau antara 1,25-2,5 meter. Ketinggian gelombang terjadi meliputi seluruh wilayah di Aceh.

“Selalu waspada ketika melaut dan tetap mempersiapkan alat keselamatan. Untuk di darat kita imbau agar waspada pohon tumbang ketika angin kencang terjadi,” kata Rafli mengingatkan.

Peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi meliputi perairan Banda Aceh-Sabang, Aceh Besar-Meulaboh, Aceh Singkil-Pulau Banyak, perairan selatan Pulau Simeulue, dan perairan Aceh Barat Daya (Abdya)-Simeulue.

Meski begitu, ketinggian gelombang tidak mempengaruhi pelayaran dari Sinabang-Meulaboh dan Ulee Lheu Banda Aceh-Balohan. Hal itu lantaran, pola angin di wilayah perairan Aceh, umumnya bergerak dari Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.

“Untuk penyeberangan masih relatif normal. Namun, untuk wilayah perairan baik timur maupun barat ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter,” kata Rafli.

Hal itu disebabkan adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh. Selain itu, kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan utara Aceh dan perairan barat Aceh juga dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan masa uap air). 

Kondisi tersebut, kata Rafli, berpotensi terhadap pertumbuhan awan konvektif/cumulonimbus (awan hujan), memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan Aceh.

Karena itu, Rafli mengimbau nelayan yang berada di pesisir barat dan timur Aceh agar lebih waspada akan potensi angin kencang ketika pergi melaut. Sebab, potensi berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran.(iw)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved