Kesehatan

Coba Mulai Nanti Malam, Ini Waktu Tidur yang Dianjurkan dalam Islam, dr Zaidul Akbar : Bakar Lemak

Apabila waktu untuk berisitirahat tersebut tidak digunakan maksimal, maka kesehatan tubuh akan semakin berantakan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
Tangkapan layar kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official
dr Zaidul Akbar membahas tentang waktu tidur yang dianjurkan dalam Islam, dikutip Serambinews.com, Jumat (7/2/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Ahli kesehatan sekaligus pendakwah, dr Zaidul Akbar kali ini membahas tentang waktu tidur yang dianjurkan dalam Islam, dan bagaimana waktu tidur yang tepat dapat berperan dalam proses pembakaran lemak tubuh.

Dalam penjelasannya, dr Zaidul Akbar mengungkapkan manfaat tidur yang sesuai dengan ajaran Islam yang tidak hanya mendatangkan keberkahan, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan tubuh yang lebih optimal.

dr Zaidul Akbar melalui akun Instagram miliknya @drzaidulakbar mengatakan, dalam Islam, Allah telah mengatur sedemikian rupa waktu siang dan malam untuk mendukung kelangsungan hidup manusia, termasuk waktu malam untuk berisitirahat.

Apabila waktu untuk berisitirahat tersebut tidak digunakan maksimal, maka kesehatan tubuh akan semakin berantakan.

"Ada jam biologis yang diletakkan Allah dalam tubuh manusia, jika dilanggar jam itu berantakanlah semua… atau satu persatu akan berantakan," kata dr Zaidul Akbar dikutip Serambinews.com, Sabtu (7/2/2025).

Dalam postingan itu juga, dr Zaidul Akbar mengungkap manfaat tidur yaitu sebagai waktu untuk mengistirahatkan otak dan membersihkan otak.

Baca juga: Solusi Herbal dr Zaidul Akbar untuk Kesehatan Ginjal &Kurangi Cuci Darah, Cuma dari Akar Alang-alang

"Rehatnya otak, bersih-bersih otak, terjadinya hanya pada saat tidur," sambungnya.

Artinya, jika anda tidak cukup waktu tidur, maka otak pun tidak cukup untuk mengistirahatkan dirinya.

"Artinya segudang masalah kesehatan bisa terjadi dan berpotensi terjadi jika otak tak mendapat tidur yang cukup, kenapa? Karena sang pengawas keletihan karena ga istirahat," pungkasnya. 

Sementara itu, dr Zaidul Akbar juga mengungkap waktu tidur terbaik adalah pada malam hari, waktu tidur ini juga dicontohkan Rasulullah SAW.

Lantas bagaimanakah tidur yang benar menurut Rasulullah SAW?

Menurut dr Zaidul Akbar yang juga sebagai penggagas kampanye Jurus Sehat Rasulullah (JSR) ini mengatakan, waktu tidur malam yang paling baik adalah setelah shalat Isya.

Baca juga: Dokter Zaidul Akbar Ajari Resep Ala Sahabat Rasulullah untuk Kecerdasan Anak, Minum Ini Saat Hamil

Selain menjadi kebiasaan Nabi SAW, tidur malam setelah shalat Isya juga sangat baik untuk kesehatan dan sudah terbukti secara ilmiah.

"Nabi SAW ba'da (setelah) Isya tidur, malam nanti bangun, ternyata barulah sains sekarang menunjukkan bahwa mulai dari Isya sampai jam 12, jam 1 mulai terjadi pick," kata dr Zaidul Akbar.

Sambung dr Zaidul Akbar, pada pukul satu dini hari, mulai terjadi growth hormon pada tubuh.

Growth hormon yang meningkat nantinya akan membakar lemak.

"Satu pick penaikan atau kenaikan satu hormon dikenal dengan growth hormon," sambung dr Zaidul Akbar.

Namun, apabila terjadi kenaikan berat badan, hal tersebut diakibatkan karena waktu tidurnya yang kurang, sehingga growth hormonnya tidak keluar.

Baca juga: Dokter Zaidul Akbar Sebut Tanda Tubuh Perlu Detoks

"Growth hormon itu kalau meningkat pak bu sekalian, maka otomatis apa? Dia ngebakar lemak. Jadi banyak orang berat badan naik gara-gara apa? Gara-gara tidurnya kurang. Karena apa? Karena growth hormonnya gak keluar," papar dr Zaidul Akbar.

Dalam kesempatan tersebut, dr Zaidul Akbar juga mengatakan jika ingin mencintai Allah SWT, maka ikutilah sunnah Rasulullah, termasuk pola tidurnya setelah shalat Isya.

"Maka saya katakan kalau kita mau benar-benar mencintai Allah, kata Allah di situ inkuntum tuhibbunallah fattabiuni, ikutilah aku kata Rasulullah. Ikutin bagaimana polaku dan para sahabat telah mencotohkan itu semua," kata dr Zaidul Akbar.

Itulah penjelasan dr Zaidul Akbar mengenai waktu tidur malam yang tepat untuk ke sehatan tubuh dan mampu merontokan lemak dalam tubuh.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved