Perang Gaza
Houthi Yaman Ancam AS dan Israel jika Gaza Diserang
Hamas harus membebaskan tiga tawanan hidup pada hari Sabtu berdasarkan ketentuan gencatan senjata Gaza yang sedang berlangsung atau Israel akan kembal
SERAMBINEWS.COM - Kelompok Houthi Yaman akan segera mengambil tindakan militer jika AS dan Israel menyerang Gaza, menurut pemimpin kelompok tersebut, Abdel-Malik al-Houthi.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia mengatakan bahwa Houthi akan memantau penerapan gencatan senjata di Gaza dan segera bergerak secara militer jika Amerika dan Israel bergerak, berdasarkan ancaman tiran Trump, untuk menyerang Jalur Gaza pada hari Sabtu atau sebelum atau sesudahnya.
“Saya menyerukan kepada angkatan bersenjata (Houthi) untuk bersiap melakukan intervensi militer jika penjahat Trump melaksanakan ancamannya (untuk mengusir warga Palestina dari Gaza),” tambahnya.
Israel mengatakan Hamas harus membebaskan 'tiga sandera hidup' pada hari Sabtu
Hamas harus membebaskan tiga tawanan hidup pada hari Sabtu berdasarkan ketentuan gencatan senjata Gaza yang sedang berlangsung atau Israel akan kembali berperang di wilayah Palestina, kata seorang juru bicara pemerintah Israel.
Baca juga: Tentara Israel yang Teriak Allahu Akbar Ditembak Pasukan IDF di Gaza, Begini Nasibnya
"Kerangka gencatan senjata tersebut menegaskan bahwa tiga sandera yang masih hidup harus dibebaskan oleh Hamas pada hari Sabtu," kata juru bicara David Mencer kepada wartawan.
“Jika ketiga orang itu tidak dibebaskan, jika Hamas tidak mengembalikan sandera kami paling lambat Sabtu siang, gencatan senjata akan berakhir.”
Para mediator tampaknya berhasil mendorong pihak-pihak yang bertikai di Gaza untuk berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata.
Muhanad Seloom, asisten profesor studi keamanan kritis di Institut Studi Pascasarjana Doha di Qatar, mengatakan bahwa tampaknya para mediator telah berhasil mencegah krisis antara pemerintah Israel dan Palestina.
Ia juga mengatakan bahwa tampaknya Israel akan menerima pembebasan hanya tiga tawanan di Gaza pada hari Sabtu.
Seloom juga optimis secara hati-hati terhadap tercapainya perjanjian gencatan senjata.
"Ini jelas merupakan kesepakatan yang sangat rapuh, situasi di lapangan terus berkembang dan Israel mungkin akan berubah pikiran di titik tertentu, tetapi sejauh ini tampaknya para mediator telah berhasil mendorong kedua belah pihak untuk berkomitmen pada kesepakatan tersebut," katanya.
"Tidak ada perincian tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi menurut kesepakatan awal, tahap kedua akan menyaksikan pertukaran lebih banyak sandera dan kesepakatan untuk gencatan senjata permanen," tambahnya.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Houthi-luncurkan-rudal-ke-Tel-Aviv.jpg)