3 Ulama Kharismatik Aceh Meninggal Dunia di Awal 2025, Ini Profil Ketiganya
Di awal tahun 2023, bahkan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat Aceh kehilangan tiga ulama besar yang selama ini menjadi rujukan dalam ber
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM - Aceh berduka di awal tahun 2025.
Tiga ulama kharismatik yang menjadi panutan masyarakat telah berpulang dalam waktu yang berdekatan.
Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam, khususnya di Aceh yang selama ini menjadikan mereka sebagai rujukan dalam berbagai aspek kehidupan keagamaan.
Ialah Pimpinan Dayah Darul Munawwarah di Kuta Krueng, Pidie Jaya, Tgk H Usman Ali atau lebih dikenal dengan Abu Kuta Krueng, yang meninggal dunia pada Kamis (13/2/2025) pukul 04.30 WIB.
Sosok ulama kharismatik tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin, Banda Aceh setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.
Kabar kepergian Abu Kuta Krung cukup mengguncang hati masyarakat muslim di Aceh.
Namun belum sempat mengering air mata atas berita kepulangan Abu Kuta Krueng, masyarakat Aceh kembali menerima kabar duka lainnya.
Kabar duka itu datang dari Lamno, Aceh Jaya. Salah seorang ulama dari daerah tersebut, Aba H Asnawi Bin Tgk Ramli, juga berpulang ke rahmatullah.
Berita meninggalnya pimpinan Dayah Bahrul 'Ulum Diniyah Islamiyah (Budi) Mesja Lamno tersebut beredar cepat di kalangan masyarakat Aceh, hanya berselang beberapa menit setelah kabar meninggalnya Abu Kuta Krueng.
Aba H Asnawi Bin tgk Ramli atau yang lebih dikenal dengan Aba H Asnawi atau Aba Budi Lamno meninggal dunia pada Kamis (13/2/2025) pukul 09.45 pagi di kediamannya, kompleks Dayah Budi Lamno, Desa Jangeut, Kecamatan Aceh Jaya.
Baca juga: Duka di Awal Tahun 2025, Tiga Ulama Aceh Berpulang
Baik berita duka kepergian Abu Kuta Krueng dan Aba H Asnawi, sama-sama diterima Serambinews.com pada Kamis (14/2/2025) dalam waktu hitungan menit.
Namun tak lama kemudian, beredar kembali kabar kepergian seorang ulama kharismatik lainnya.
Kabar duka ketiga itu datang dari Negeri Seribu Bukit, yakni Gayo Lues.
Disebutkan, bahwa Abuya H Musa Jailani Bin Husien, Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Arifin, Desa Penosan Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues telah meninggal dunia.
Kabar meninggalnya pendiri pondok pesantren tertua di Gayoe Lues itu beredar pada hari yang sama dengan kabar meninggalnya Abu Kuta Krueng dan Aba H Asnawi.
| TNI AD Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Buloh Seuma, Akses Daerah Terisolir Segera Terbuka |
|
|---|
| 14 Mahasiswa USM Akhiri PPL-KKN Internasional di Malaysia, Dijemput Warek |
|
|---|
| VIDEO - Detik-detik Khatib Jumat di Masjid Alfalah Sigli Meninggal Dunia |
|
|---|
| Korban Penipuan Aplikasi Kencan Lapor ke Satpol PP-WH Banda Aceh, Begini Modusnya |
|
|---|
| 9 Titik Panas Terpantau, Ini Prakiraan Cuaca Banda Aceh Sekitarnya saat Akhir Pekan Menurut BMKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Abu-Kuta-Krueng-Aba-Budi-Lamno-Abuya-Musa-Gayo-Lues.jpg)