Rabu, 8 April 2026

Berita Aceh Singkil

Gebrakan Gubernur Aceh belum Berlaku, Isi BBM di Aceh Singkil Masih Pakai Barcode 

Penghapusan barcode dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum berlaku di Kabupaten Aceh Singkil

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
SPBU - Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Pulo Sarok, Singkil, Aceh Singkil, Senin (17/2/2025) 

Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Penghapusan barcode dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) belum berlaku di Kabupaten Aceh Singkil.

Pada hal Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sudah menyatakan penghapusan penggunaan barcode dalam pengisian BBM usai dilantik, Rabu (12/2/2025).

Hal itu terpantau saat pengisian BBM di SPBU yang ada di Pulo Sarok, Singkil, Senin (17/2/2025). 

Konsumen masih harus menunjukan barcode agar bisa mengisi bahan bakar minyak bersubsidi, seperti pertalite dan solar. 

Baca juga: Pimpin Apel Perdana, Dek Fadh Ajak Seluruh ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan

"Masih pakai barcode," kata seorang petugas SPBU di Pulo Sarok, Singkil. 

Sebelumnya Gubernur Aceh, saat melantik bupati dan wakil bupati Aceh Singkil, Sabtu (15/2/2025) instruksikan Plt Sekda Aceh Drs Muhammad Diwarsyah, MSi, surati seluruh SPBU di Aceh agar tidak lagi menggunakan barcode untuk pengisian BBM.

"Pak Sekda, mohon ditindak lanjuti surati semua SPBU tidak lagi pakai barcode," kata Mualem dijawab siap oleh Plt Sekda Aceh sambil berdiri. 

Kebijakan penghapusan barcode dalam pengisian BBM di Aceh, menginspirasi gubernur lain. 

Baca juga: Mualem akan Cabut Sistem Barcode BBM

Hal itu sebut Muzakir Manaf, diketahui ketika dirinya mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Jumat (14/2/2025).

"Semalam ketemu persiden banyak gubernur menginginkan sama, mungkin di seluruh Indonesi tidak ada lagi barcode," ujarnya.

Menurutnya penggunaan barcode dalam pengisian BBM menyusahkan rakyat. 

Ia kemudian menceritakan ketika ada masyarakat mendorong kendaraan ke SPBU karena kehabisan BBM

Namun sampai SPBU, harus menerima kenyataan tidak bisa mengisi BBM sebab tidak ada barcode. 

Kemudian ia melihat pertengkaran antara masyarakat dengan petugas SPBU gara-gara barcode. 

"Saya jadi gubernur saya hapuskan pengguna barcode," tegasnya disambut gemuruh tepuk tangan.(*)

Baca juga: Kisah Mualem Gagal Isi BBM Gara-gara Barcode

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved