Ramadan 2025
Hilal Sudah Terlihat, Arab Saudi Awali Puasa Ramadhan pada Sabtu 1 Maret 2025
Para pemantau hilal di Saudi mengamati bulan sabit menjelang dan selama matahari terbenam dengan menghadap ke arah barat.
SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Ramadan di Saudi ditentukan dengan mengamati bulan sabit atau hilal, baik menggunakan mata telanjang maupun alat bantu optik. Metode ini dikenal dengan rukyat.
Para pemantau hilal di Saudi mengamati bulan sabit menjelang dan selama matahari terbenam dengan menghadap ke arah barat.
Jika bulan terlihat, maka bulan suci Ramadan jatuh pada hari esoknya.
Jika tidak, bulan Sya'ban akan digenapkan 30 hari dan hari puasa pertama akan jatuh pada lusa.
Hilal atau bulan sabit yang menandakan dimulainya bulan Ramadhan pada Sabtu, 1 Maret 2025 telah terlihat di Arab Saudi, demikian diumumkan oleh komite rukyat.
Menyusul penampakan bulan sabit pada Jumat petang (28/02/2025), bulan suci Ramadhan, bulan ke-9 dalam kalender Hijriah Islam, akan dimulai pada 1 Maret, Sabtu, demikian pengumuman Mahkamah Agung.
Penampakan bulan sabit diamati di seluruh Kerajaan di observatorium termasuk Sudair dan Tumair.
Selain Saudi, sejumlah negara juga sudah menetapkan awal Ramadan 2025.
Pemerintah Indonesia hari ini memutuskan bahwa 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025, usai mendapati hilal telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan MABIMS.
MABIMS adalah kriteria yang ditetapkan menteri-menteri agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk menentukan 1 Ramadan, dengan kriteria bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Berbeda dengan Republik Indonesia, negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam MABIMS justru menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada Minggu, 2 Maret 2025.
Penetapan itu lantaran posisi hilal yang tampak tidak sesuai dengan kriteria MABIMS.
Baca juga: Kapan Awal Puasa Ramadhan 2025 di Arab Saudi? Serukan Umat Muslim Pantau Hilal
Serukan Umat Muslim Pantau Hilal
Sebelumnya, Mahkamah Agung Arab Saudi telah menyerukan umat Muslim di seluruh dunia untuk mengamati hilal (bulan sabit) pada Jumat, 28 Februari 2025.
Pengamatan ini akan menjadi penentu awal bulan suci Ramadan tahun ini.
Dilaporkan oleh Al Arabiya, jika hilal terlihat setelah salat Magrib pada tanggal tersebut, maka Ramadan akan dimulai pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Namun, jika hilal tidak terlihat, bulan puasa akan dimulai pada hari berikutnya, yaitu Minggu, 2 Maret 2025.
Mahkamah Agung meminta masyarakat, baik yang menggunakan mata telanjang maupun alat bantu seperti teropong, untuk melaporkan hasil pengamatan mereka ke pengadilan setempat atau pusat observasi yang telah ditunjuk.
Laporan ini akan membantu proses verifikasi resmi dalam menentukan awal Ramadan.
Pengamatan hilal merupakan tradisi penting dalam penentuan kalender Hijriah, yang berbasis pada siklus bulan.
Arab Saudi, sebagai negara dengan peran sentral dalam dunia Islam, sering menjadi acuan bagi banyak negara Muslim dalam menentukan awal bulan suci seperti Ramadan.
Meskipun beberapa negara telah mengadopsi metode hisab atau perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan, pengamatan hilal tetap menjadi metode utama yang dipertahankan dalam tradisi Islam.
Proses ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memperkuat keterikatan umat Muslim dengan alam dan siklus kosmik.
Dengan seruan ini, umat Muslim di seluruh dunia diharapkan dapat bersiap menyambut Ramadan dengan penuh semangat dan persiapan spiritual.
Ramadan, sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semoga pengamatan hilal tahun ini berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi seluruh umat Muslim dalam memulai ibadah puasa.
Baca juga: Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2025 Jatuh Pada Sabtu Besok
Tetapkan Awal Ramadan 1 Maret, Menteri Agama: Hilal Terlihat di Aceh
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan alasan Pemerintah menetapkan awal Ramadan pada esok hari.
Dirinya mengatakan posisi hilal telah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Pada 2021 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
"Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyebutkan pada hari rukyat tanggal 28 Februari 2025 M, tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: 3° 05‘ 55“ atau 3,10 derajat sampai dengan 4° 40‘ 96“ atau 4,68 derajat,” kata Nasaruddin melalui keterangan tertulis, Jumat (28/2/2025).
"Dengan sudut elongasi antara 4° 47‘ 02“ atau 4,78 derajat sampai dengan 6° 24‘ 14“ atau 6,40 derajat,” tambahnya.
Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.
Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 125 titik di Indonesia.
Nasaruddin mengatakan, pengumuman hasil sidang isbat mundur dari jadwal semula pada pukul 19.00 WIB karena mereka menunggu hasil pemantauan dari wilayah paling barat Indonesia di Provinsi Aceh.
"Sesuai dengan kondisi objektif hilal pada malam ini dari Indonesia bagian Timur, Tengah, sampai Barat itu tidak dimungkinkan menyaksikan hilal. Maka itu kita terpaksa menunggu wilayah Barat di Aceh, karena itu yang paling memungkinkan," ucap Nasaruddin dalam jumpa pers, Jumat (28/2/2024) malam.
Nasaruddin mengatakan hilal terlihat di Aceh oleh dua orang perukyah yang telah disumpah.
"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 125 titik tersebut, tadi dilaporkan oleh Dirjen Bimas Islam, bahwa ada dua perukyah di Aceh yang melihat hilal. Keduanya juga telah disumpah atas pernyataannya tersebut," ujar Nasaruddin.
Pada wilayah Barat Laut di Provinsi Aceh NKRI termasuk di Sabang dan Banda Aceh telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (3-6,4°).
Dengan demikian, keputusan pemerintah terkait awal Ramadhan tahun ini sama dengan keputusan Muhammadiyah yang juga menetapkan pada 1 Maret 2025.
"Ditemukan hilal di Provinsi Aceh, sudah juga disumpah hakim. Dengan demikian maka pada malam ini diputuskan 1 Ramadhan ditetapkan besok, InsyaAllah," lanjut Nasaruddin.
Seperti diketahui, Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.
Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Baca juga: Pemancing Tewas Diterkam Buaya di Kutai Timur, Tangan dan Kakinya Ditemukan dalam Perut Buaya
Baca juga: Tujuh Polisi Diperiksa Buntut Dugaan Intimidasi terhadap Band Sukatani, Terancam Sanksi
Baca juga: Ramadhan, PMI Banda Aceh Gelar Safari Donor Darah di Masjid dan Warkop, Pendonor Dikasih Sembako
| Lazisnu PWNU Aceh Salurkan Santunan Baju Hari Raya Anak Yatim |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-27: Memohon Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Kemudahan dalam Urusan |
|
|---|
| Doa Ramadhan Hari ke-25: Memperkuat Cinta kepada Allah dan Sunah Nabi Muhammad SAW |
|
|---|
| Asyraf Aceh Bagikan 500 Paket Ramadhan 1446 Hijriah ke Seluruh Aceh |
|
|---|
| Jadwal Berbuka Puasa di Aceh Pukul Berapa? Ini Jadwal Berbuka di Aceh per Tanggal 24 Maret 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/0104Penetapan-1-Ramadhan-1443-H-di-Arab-Saudi.jpg)