Selasa, 28 April 2026

Berita Lhokseumawe

Sore Ini Dilakukan Pemantauan Hilal, Aceh jadi Penentu Awal Ramadhan

data hilal di Indonesia untuk penentuan awal Ramadhan 1446 H saat Matahari terbenam Jumat 28 Februari 2025 atau 29 Syakban 1446 H

Editor: mufti
For Serambinews.com
Ahli Ilmu Falak Aceh, yang juga Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA, menjelaskan untuk menentukan awal bulan Hijriah  ada tiga data yang perlu diketahui secara astronomis.  

Abu Rokhmad menuturkan, ada tiga rangkaian yang akan dilakukan dalam sidang isbat. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia. "Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik," ujarnya. 

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa berdasarkan data hisab awal Ramadhan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’. 

"Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama," kata Arsad.(bah)

 

Ada yang Mulai Berpuasa Sejak Kemarin

PENETAPAN 1 Ramadhan 2025 versi pemerintah, NU dan Muhammadiyah tahun ini berpeluang berbeda. Bahkan, sebagian umat Islam di Indonesia malah ada yang mulai berpuasa terhitung sejak Kamis (27/2/2025) kemarin.

Nahdlatul Ulama (NU) hingga kini memang belum mengumumkan tanggal resmi awal Ramadhan 2025. Tetapi NU cenderung mengikuti hasil keputusan sidang isbat dari pemerintah yang digelar oleh Kementerian Agama.

Sementara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah bertepatan dengan 1 Maret 2025 Masehi. Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sayuti, dalam konferensi pers menuturkan bahwa penerapan ini sesuai dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). 

"Berdasarkan hasil hisab, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan, 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025," ucapnya.

Selain itu, PP Muhammadiyah juga mengumumkan hari raya Lebaran atau Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah yang bertepatan pada Senin, 31 Maret 2025. "Di wilayah Indonesia, 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025," kata Sayuti.

Terjadinya perbedaan penetapan awal Ramadhan ini merupakan hal yang wajar, karena hasil dari perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Ramadhan ini tidak sama. Ini juga bukan kali pertama awal puasa Ramadhan di Indonesia berbeda. Tahun lalu pun, awal puasa Ramadhan di Indonesia juga berbeda satu hari.

Mulai Puasa

Selain itu, sebagian umat Islam di Indonesia dilaporkan sudah mulai berpuasa sejak Kamis (27/2/2025) kemarin, di antaranya Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di beberapa wilayah Sumatera Barat (Sumbar), pengikut Tarekat Syattariyah Abu Muda Seunagan di Aceh, dan warga Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Dikutip dari CNN Indonesia, Cucu Abu Muda Seunagan, Abu Said Kamaruddin mengatakan, penetapan awal Ramadan itu setelah pihaknya bersama para ulama pengikut tarekat menyepakati 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada hari Kamis (27/2/2025).

Ia menjelaskan, untuk menentukan awal Ramadan mereka memiliki hisab sendiri, misalnya ada hisab bilangan lima serta lima tahun bilangan naik. Berdasarkan hisab hitungan lima, jumlah puasa genap 30 hari. "Kamis mulai puasa. Ini hasil kesepakatan para ulama dan teungku-teungku dayah," katanya saat dikonfirmasi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved