Kamis, 9 April 2026

Ramadan 2025

Santri Dayah Mini Asal Subulussalam Jadi Imam Tarawih di Malaysia

Tgk. Al Ajimi dari Kota Subulussalam mendapat kehormatan menjadi imam tarawih di sejumlah masjid dan surau di Malaysia selama bulan Ramadhan

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
IMAM TARAWIH - Santri senior Dayah Mini Aceh, Tgk. Al Ajimi, dari Kota Subulussalam dan Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk. Umar Rafsanjani menjadi imam tarawih di sejumlah masjid dan surau di Malaysia selama bulan Ramadhan. Keduanya tiba di Pulau Pinang pada Sabtu (1/3/2025) dan disambut oleh Ustad Rahmat Saleh, seorang ulama asal Aceh lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir.  

SERAMBINEWS.COM, PENANG – Santri senior Dayah Mini Aceh, Tgk. Al Ajimi, yang berasal dari Kota Subulussalam mendapat kehormatan menjadi imam tarawih di sejumlah masjid dan surau di Malaysia selama bulan Ramadhan.

 Ia didampingi langsung oleh Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk. Umar Rafsanjani, yang juga dijadwalkan mengisi berbagai kegiatan dakwah di beberapa wilayah, termasuk Pulau Pinang, Kedah, dan Seremban.

Keduanya tiba di Pulau Pinang pada Sabtu (1/3/2025) dan disambut oleh Ustad Rahmat Saleh, seorang ulama asal Aceh lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir. 

Ustad Rahmat kini menetap di Malaysia setelah menikah dengan istrinya, yang merupakan warga asli Malaysia dan juga lulusan Al-Azhar.

Selama Ramadhan, Tgk. Al Ajimi dan Tgk Umar Rafsanjani dijadwalkan menjadi imam tarawih di sejumlah tempat.

Baca juga: Dua Putra Pidie Imami Shalat Tarawih di Penang Malaysia Selama 27 Hari 

Di antaranya Masjid Sungai Tiram Bayan Lepas, Masjid Taman Brown Gelugor, Surau Zillussalihin Taman Melati Bayan Baru, Surau Flat Hijau Sungai Nibong, serta Surau As-Sa’adah Tabung Haji. 

Selain memimpin tarawih, mereka juga akan mengisi tazkirah Ramadhan, qiyamullail, dan kuliah subuh di Surau Al-Qudwah Seremban serta Surau Taman Merpati Kulim, Kedah.

Kegiatan ini berlangsung di tengah perbedaan awal Ramadhan antara Malaysia dan Indonesia. 

Pemerintah Malaysia menetapkan awal puasa pada Minggu, 2 Maret 2025.

Sementara di Indonesia, mayoritas umat Islam telah memulai puasa sehari lebih awal, yakni pada Sabtu, 1 Maret 2025. 

Perbedaan ini disebabkan oleh metode penentuan awal bulan hijriyah yang berbeda di masing-masing negara.

Baca juga: Gerakan Solidaritas: Ulama Palestina Kunjungi Aceh, Safari Ramadhan untuk Perkuat Perjuangan Gaza

Malaysia menggunakan hasil rukyatul hilal yang dipantau oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).

Sedangkan Indonesia mengombinasikan metode rukyat dan hisab dalam sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI.

Meski demikian, perbedaan ini tidak menjadi penghalang bagi hubungan keagamaan antara Aceh dan Malaysia

“Ini bukan sekadar menjadi imam tarawih, tetapi juga membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta mempererat ukhuwah Islamiyah lintas negara,” kata Tgk. Umar Rafsanjani.

Dengan serangkaian jadwal yang telah disusun, kehadiran mereka diharapkan dapat menambah semarak bulan Ramadhan dan memberikan manfaat bagi jamaah di Malaysia.

Baca juga: Sambut Bulan Ramadhan, Ini Pesan Waled Nuruzzahri

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved