Senin, 13 April 2026

Berita Banda Aceh

Ulama Palestina Kunjungi Aceh, Perkuat Perjuangan Gaza

Syeikh Barjas juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk dukungan politik, materi, maupun diplom

Editor: mufti
SERAMBI/HENDRI
SAFARI RAMADHAN - Anggota Persatuan Ulama Palestina, Syeikh Barjas Daoud Salih Elwar, berkunjung ke Harian Serambi Indonesia dalam kegiatan Safari Ramadhan, Sabtu (1/3/2025). Syeikh Barjas menjadi narasumber dalam Podcast Serambi Spotlight yang dipandu host Bukhari M Ali, News Manager Serambi Indonesia. 

“Kedatangan saya ke sini sini tujuan utamanya adalah untuk mensupport kaum muslimin di Gaza agar mereka tetap teguh berdiri kuat di tanah kelahiran mereka.” SYEIKH BARJAS DAOUD SALIH ELWAR, Anggota Persatuan Ulama Palestina

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H, pengurus Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) wilayah Aceh kembali melaksanakan Safari Ramadhan dengan mendatangkan Syeikh Barjas Daoud Salih Elwar, anggota Persatuan Ulama Palestina ke Aceh.

Dalam Serambi Spotlight dengan judul ‘Menjalin Persaudaraan Sampai ke Bumi Aceh’ yang dipandu oleh host Bukhari M Ali, News Manajer Serambi Indonesia yang tayang pada Sabtu (1/3/2025), Syeikh Barjas mengungkapkan beberapa program Safari Ramadhan yang dilaksanakan di Aceh.

Selama 20 hari ke depan, mereka akan berada di Aceh untuk menghidupkan kembali isu Palestina, sekaligus memberikan dukungan materil dan psikologis kepada kaum Muslimin di Gaza. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat tekad dan perjuangan mereka, serta mengajak masyarakat Aceh untuk bersatu dalam mendukung perjuangan hak-hak rakyat Palestina.

"Fokus utamanya adalah ingin menghidupkan kembali isu-isu Palestina dan kemudian men-support kaum muslimin di Gaza, dukungan secara materi dan psikologis agar mereka tetap kokoh, teguh berdiri di tanah kelahiran mereka memperjuangkan hak-hak mereka," ujar Syeikh Barjas.

Menurutnya, ada sebuah konspirasi internasional yang sangat besar dibalik upaya untuk menghapuskan isu Palestina dari perhatian dunia. Salah satu bagian dari konspirasi ini adalah rencana untuk merelokasi masyarakat Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania. Namun, kedatangan ulama dan tokoh Palestina ke Indonesia bertujuan untuk memberikan dukungan kepada kaum Muslimin di Gaza agar mereka tetap teguh berdiri di tanah kelahiran mereka.

Misi mereka adalah untuk menguatkan semangat perjuangan rakyat Palestina dan memastikan bahwa mereka tidak terpinggirkan dalam upaya mempertahankan hak-hak mereka di tengah konspirasi global yang terus berlanjut. "Kedatangan saya ke sini sini tujuan utamanya adalah untuk mensupport kaum muslimin di Gaza agar mereka tetap teguh berdiri kuat di tanah kelahiran mereka," tegasnya. 

Syeikh Barjas melanjutkan, saat ini gencatan senjata tahap pertama telah berakhir. Mengenai kelanjutan gencatan senjata tahap kedua dan ketiga, ia memprediksi bahwa gencatan senjata tahap kedua mungkin akan tetap berlangsung meskipun ada tantangan. 

Syeikh Barjas juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk dukungan politik, materi, maupun diplomasi.

"Jika kita melihat bantuan dari masyarakat Indonesia untuk Palestina, Alhamdulillah, bantuan tersebut sangat banyak, dan kami berharap itu akan terus berlanjut," ujar Syeikh Barjas. "Termasuk pembangunan rumah sakit di Gaza, meskipun saat ini rumah sakit tersebut sudah dihancurkan oleh militer Israel," tambah dia.

Syeikh Barjas juga mengapresiasi kontribusi besar yang diberikan oleh lembaga kemanusiaan Indonesia, terutama KNRP, yang sangat berperan dalam membantu Palestina. Bahkan ketika berziarah ke Indonesia, ia melihat anak-anak muda yang dengan semangat membantu KNRP dalam misi kemanusiaannya.

Sebagai penutup, Syeikh Barjas menyampaikan berita gembira yang penuh harapan bahwa negara Israel diprediksi tidak akan bertahan hingga 2027. Prediksi ini bukan hanya omong kosong, tetapi merupakan interpretasi dari Syeikh Ahmad Yasin berdasarkan Al-Qur'an.

Ulama hadis di Yordania juga memprediksi bahwa negara Israel akan berakhir pada tahun 2026. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam prediksi tahun, banyak orang Israel juga meyakini bahwa negara mereka tidak akan bertahan lebih dari 80 tahun, yang menjadi sejarah dunia. Ini tentu saja menjadi berita gembira bagi umat Islam di seluruh dunia.(fu)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved