Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Inggris Berikan 1,6 Miliar Pound ke Ukraina: 5.000 Rudal Pertahanan Siap Perkuat Lini Pertahanan!

Inggris telah mengumumkan langkah besar dalam mendukung Ukraina dengan dana sebesar 1,6 miliar pound (sekitar $2 miliar) untuk membeli lebih dari 5.00

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Foto/@ZelenskyyUa
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan sebuah kesepakatan penting yang mengarah pada penguatan kemampuan pertahanan Ukraina di tengah krisis yang terus berlangsung akibat invasi Rusia Pada hari Minggu (2/3/2025) 

Inggris Berikan 1,6 Miliar Pound ke Ukraina: 5.000 Rudal Pertahanan  Siap Perkuat Lini Pertahanan!

SERAMBINEWS.COM-Inggris telah mengumumkan langkah besar dalam mendukung Ukraina dengan dana sebesar 1,6 miliar pound (sekitar $2 miliar) untuk membeli lebih dari 5.000 rudal.

Yang merupakan pertahanan udara yang diproduksi oleh Thales, perusahaan pertahanan terkemuka asal Prancis.

Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan Ukraina dalam menghadapi serangan udara Rusia yang terus meningkat.

Langkah ini menandai komitmen Inggris yang semakin kuat dalam memastikan keamanan Ukraina dan melindungi infrastruktur kritisnya, dengan harapan dapat memberikan pukulan telak terhadap agresi Rusia.

Baca juga: Iran Siagakan Rudal Pertahanan Udara di Tengah Ancaman AS dan Israel Serang Situs Nuklirnya

Pada hari Minggu (2/3/2025), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan sebuah kesepakatan penting yang mengarah pada penguatan kemampuan pertahanan Ukraina di tengah krisis yang terus berlangsung akibat invasi Rusia. 

Dengan nilai 1,6 miliar pound (sekitar $2 miliar), dana tersebut akan digunakan untuk membeli lebih dari 5.000 rudal pertahanan udara yang diproduksi oleh Thales, perusahaan pertahanan asal Prancis.

Starmer, yang berbicara pada pertemuan puncak di London, menjelaskan bahwa rudal multiperan ringan yang akan diproduksi oleh Thales memiliki jangkauan lebih dari 6 kilometer dan bisa ditembakkan dari berbagai platform, baik itu di darat, laut, maupun udara.

"Ini akan sangat penting untuk melindungi infrastruktur penting Ukraina dan memperkuat negara tersebut dalam mengamankan perdamaian ketika saatnya tiba," ujar Starmer, menekankan betapa vitalnya dukungan pertahanan bagi Ukraina.

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan bahwa kesepakatan ini akan memberikan kemampuan tambahan kepada Ukraina dalam mempertahankan diri, setelah Rusia pekan lalu meluncurkan lebih dari 200 pesawat tak berawak dalam serangan terbesar sejak perang dimulai tiga tahun lalu.

 Perundingan ini datang di tengah kekhawatiran bahwa serangan besar Rusia mungkin akan terus meningkat.

Baca juga: Rusia Ejek Zelenskyy Usai Bertengkar dengan Trump, Disebut Sosok Korup dan Hanya Ingin Berkuasa


Keir Starmer tidak hanya membicarakan bantuan militer ini, tetapi juga mengungkapkan rencana empat poin untuk memperkuat kerja sama internasional guna mencapai perdamaian dan melindungi Ukraina dari ancaman Rusia.

Dalam pertemuan dengan 18 pemimpin dunia lainnya, yang sebagian besar berasal dari Eropa, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Starmer menegaskan empat prinsip utama:

  • Meningkatkan bantuan militer kepada Ukraina dan terus menekan ekonomi Rusia.
  • Perdamaian yang langgeng harus menjamin kedaulatan dan keamanan Ukraina, serta memastikan negara itu terlibat dalam setiap perundingan damai.
  • Meningkatkan kemampuan pertahanan Ukraina untuk mencegah kemungkinan invasi di masa depan jika tercapai kesepakatan damai.
  • Membangun “koalisi yang bersedia” untuk mempertahankan kesepakatan dan menjaga perdamaian di Ukraina.
  • Starmer juga menekankan bahwa Inggris siap mendukung komitmennya dengan pasukan di darat dan pesawat di udara.

"Eropa harus melakukan pekerjaan berat," tambahnya, menyatakan bahwa meskipun perjanjian ini membutuhkan dukungan AS, Rusia tidak dapat diizinkan untuk mendikte persyaratan.

Baca juga: Trump Membelot, Kini Lebih Memilih Rusia Dibanding Ukraina? Sebut Zelenskiy Tak Tau Terimakasih


Pertemuan puncak yang digelar di London menggambarkan adanya semangat persatuan yang tinggi di kalangan negara-negara Eropa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved