Perang Gaza
Hizbullah Bersumpah untuk Terus Berdiri Bersama Palestina
Dia mengatakan Hizbullah sangat berkomitmen untuk menolak “agenda” ekspansionis pendudukan Israel, yang tidak hanya mengancam Palestina tetapi seluruh
SERAMBINEWS.COM - Dalam sebuah wawancara dengan al-Manar TV, Sekjend Naim Qassem menuntut penarikan penuh Israel dari Lebanon serta serangan terus-menerus terhadap negara tersebut.
Dia mengatakan Hizbullah sangat berkomitmen untuk menolak “agenda” ekspansionis pendudukan Israel, yang tidak hanya mengancam Palestina tetapi seluruh wilayah.
Baca juga: Negara-negara Muslim Dukung Rencana Mesir untuk Membangun kembali Gaza
“Misi kami bukan hanya membantu Palestina membebaskan tanah mereka tetapi juga melindungi tanah kami sendiri. Kami akan mendukung mereka sebagai bagian dari kepentingan nasional kami yang lebih luas,” katanya.
Qassem mengakui perubahan keseimbangan kekuatan di Lebanon dan Timur Tengah, tetapi mengatakan prinsip-prinsip gerakan itu tetap tidak berubah.
“Ada persamaan baru yang muncul saat ini, namun kami tidak akan membiarkan persamaan tersebut menguat demi kepentingan Israel. Sebaliknya, kami akan berupaya memastikan persamaan ini melindungi masa depan kami,” tambahnya.
Israel Putuskan Pasokan Listrik Gaza Jelang Pembicaraan Gencatan Senjata baru
Israel telah memangkas pasokan bantuan dan listrik ke Gaza setelah Hamas bersikeras tetap berpegang pada perjanjian gencatan senjata multifase dan bernegosiasi untuk mengakhiri perang.
Israel memerintahkan penghentian segera pasokan listrik Minggu dalam upaya untuk menekan Hamas untuk membebaskan tahanan, bahkan ketika mereka bersiap untuk pembicaraan baru mengenai masa depan gencatan senjata dengan kelompok Palestina.
Keputusan Israel datang seminggu setelahnya memblokir semua pasokan bantuan ke wilayah yang dilanda perang, sebuah langkah yang mengingatkan pada hari-hari awal perang ketika Israel mengumumkan "pengepungan" di Gaza.
Hamas menggambarkan pemadaman listrik sebagai "pemerasan", istilah yang juga digunakan setelah Israel memblokir bantuan tersebut.
Fase awal gencatan senjata berakhir pada 1 Maret dan kedua belah pihak menahan diri untuk tidak kembali berperang habis-habisan, meskipun terjadi kekerasan sporadis.
Serangan Israel selama akhir pekan yang menewaskan sejumlah warga Palestina.
Israel telah mengingkari ketentuan perjanjian gencatan senjata dan menolak untuk merundingkan gencatan senjata tahap kedua.
Sebaliknya, mereka ingin memperpanjang fase saat ini hingga pertengahan April.
Hamas telah berulang kali meminta Israel untuk menghormati perjanjian tersebut dan merundingkan diakhirinya perang secara permanen.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekjen-Hizbullah-Naim-Qassem-berpidato-pada-Sabtu-14122024.jpg)