Berita Aceh Tamiang
Eks GAM Bantah Penculikan di Tamiang
Tidak ada penculikan, isu ini sengaja dibesarkan sebagai propaganda. BADLISYAH, mantan Danops KPA Wilayah Teumieng
Tidak ada penculikan, isu ini sengaja dibesarkan sebagai propaganda. BADLISYAH, mantan Danops KPA Wilayah Teumieng
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah eks kombatan GAM di Aceh Tamiang membantah isu penculikan terhadap dua orang di kabupaten tersebut. Mereka pun mendesak pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan ini dengan merujuk Permendagri 28/2020.
“Tidak ada penculikan, isu ini sengaja dibesarkan sebagai propaganda,” kata Badlisyah atau Wak Leng, salah satu tokoh eks GAM, Rabu (12/3/2025).
Wak Leng menegaskan seluruh kekisruhan ini berkaitan dengan lahan perkebunan untuk korban konflik di kawasan Kabel Gajah, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang. Dulunya kawasan itu masuk ke wilayah Sumatera Utara, namun Permendagari 28/2020 menegaskan kalau wilayah itu mutlak bagian dari teritorial Aceh.
“Dan ini sudah dikuatkan dalam putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) kalau kawasan tersebut kembali ke wilayah Provinsi Aceh," tegas mantan Danops KPA Wilayah Teumieng.
Diakuinya, sebelum ada penetapan Permendagri 28/2020, banyak oknum dan kelompok mencoba menguasai lahan tersebut. “Secara membabi buta mereka mencoba menguasai lahan itu dan kembali menaikkan plang wilayah Sumatera Utara (Sumut) di areal tersebut, sementara wilayah itu sudah menjadi wilayah Aceh," jelasnya.
Di sisi lain, sejumlah orang korban konflik juga mulai mengambil bagian di areal tersebut, dan disinyalir dihalangi oleh kelompok yang juga memiliki kepentingan di lahan tersebut.
Untuk menghindari perselisihan semakin meruncing, perwakilan korban konflik mencoba menemui Suyanto atau Anto Dukun selaku Ketua Poktan Hutan Swakarsa Mandiri. “Tujuannya mencari solusi penyelesaian, tapi dijadikan propaganda semacam penculikan,” ujarnya.
Wak Leng juga membantah keras ada upaya penculikan terhadap mantan Ketua KPA Aceh Tamiang, M Nadir alias Baja. Pihaknya juga mencurigai ada pihak yang mendalangi isu penculikan untuk menyudutkan korban konflik.
"Kami lebih tahu semua akar masalah tersebut di lapangan, kami tetap bertahan pada aturan yang telah ditetapkan negara secara sah," tegas Wak Leng.(mad)
Berawal dari Pemasangan Plang Putusan PN
Badlisyah atau Wak Leng, salah satu tokoh senior GAM di Aceh Tamiang angkat bicara terkait isu penculikan dua orang. Dia menegaskan, kisruh ini berawal dari pemasangan plang putusan Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Sumatera Utara, oleh kelompok Anto Dukun Cs serta adanya upaya penebangan tanaman di kebun milik korban konflik secara membabi buta.
Wak Leng menyarankan kepada pihak pemerintah agar segera menyelesaikan konflik yang terjadi di kawasan areal tanah diketahui telah kembali ke wilayah Aceh, dan agar menghentikan praktik upaya disinyalir melawan hukum oleh para oknum berkepentingan untuk kembalikan tanah itu ke wilayah Sumut.
"Jika dibiarkan berlarut-larut konflik dan kondisi lapangan sedang terjadi, dikhawatirkan akan memicu potensi kisruh semakin besar dan melebar bagi para masyarakat korban konflik dengan para oknum bersikap ala premanisme di kawasan itu," terang Wak Leng.
Dia mengulangi tidak ada penculikan karena yang datang ke rumah Baja merupakan rekan-rekan seperjuangan Baja. Tujuannya untuk mengajak menyelesaikan perselisihan di lahan. "Baja dan Anto Dukun diajak ke Kantor Datok Penghulu untuk menyelesaikan persoalan lahan, tapi malah dijadikan isu penculikan,” kata Wak Leng.(mad)
| Bupati Perpanjang Status Tanggap Darurat Aceh Tamiang Sampai 3 Februari |
|
|---|
| Kepala BPS RI Tinjau Pendataan Pascabencana di Aceh Tamiang, Libatkan Mahasiswa |
|
|---|
| Begini Sudah Progres Pembersihan Jalan Utama dan Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang |
|
|---|
| BPS Kerahkan Ratusan Mahasiswa untuk Pendataan Korban Bencana di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Lahan Hunian Tetap Diresmikan dan Santuni Anak Yatim di Tamiang, Ini Pesan Kapolda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mantan-Ketua-KPA-Aceh-Tamiang-Nyaris-Diculik.jpg)