Berita Nasional

Menag Rilis e-Book Manasik, Isinya  Bermuatan Fiqih Hingga Hikmah Haji dan Umrah

Kementerian Agama merilis buku elektronik (e-book) Bimbingan Manasik Haji dan Umrah.

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Menag Nasaruddin Umar 

serta menghayatinya secara sufistik. Sehingga, setiap detik perjalanan haji akan didapati makna spiritualitas yang akan memberi bobot haji mabrur.

Hal senada disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief. 

Baca juga: Suami Bekerja Tapi Gajinya Lebih Sedikit dari Istri, Bolehkah Jika Istri yang Bayar Zakat Fitrah?

Menurutnya, e-book ini dihadirkan sebagai panduan manasik bagi jemaah. Harapannya, mereka dapat memahami dan membekali dirinya serta memiliki kemandirian dalam pelaksanaan ibadah haji. 

Pasal 6 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengatur bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan ibadah haji adalah mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

"Tim Penyusun telah melakukan beberapa upaya perbaikan, penyempurnaan naskah dan referensi, 

pembahasan fikih dan manasik haji serta solusi permasalahan dengan berdasarkan pada pengalaman dalam penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk menghadirkannya dalam format buku digital," ujarnya. 

"Tim juga melakukan pembaharuan terkait berbagai kebijakan yang diberlakukan khususnya di Arafah, Muzdalifah dan Mina berdasarkan pada permasalahan yang muncul pada operasional haji periode-periode sebelumnya," sambungnya.

Baca juga: Pangdam IM Tegaskan Bakal Tindak Prajurit yang Terlibat Impor Barang Ilegal

Dijelaskan Hilman, buku digital Manasik Haji dan Umrah 2025 memberikan pilihan-pilihan hukum serta argumentasi yang melatarbelakanginya. 

Dalam beberapa kasus, jemaah diarahkan untuk menempuh solusi hukum/fiqih yang memberikan kemudahan/keringanan bagi jemaah lansia, sakit, resiko kesehatan tinggi (risti), serta penyandang disabilitas.

"e-Book ini dilengkapi juga dengan pembahasan filosofi haji sehingga jemaah dapat menangkap pesan dari setiap rangkaian ibadah haji. 

Harapannya, jemaah dapat memaknai setiap langkah ibadah serta membawa perubahan mendasar pada akhlak dan perilakunya sepulang dari pelaksanaan ibadah haji," tandasnya. (*)

Baca juga: Mudik Lebaran, Tol Padang Tiji - Seulimeum Dibuka 2 Jalur Mulai 20 Maret-10 April

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved