Minggu, 3 Mei 2026

Video

VIDEO Zainabon, Pelaku Usaha Tape Ubi dari Dapur Kecil ke Seluruh Aceh Timur

Setiap hari, dari dapur kecilnya, Zainabon menghasilkan sekitar 1.000 bungkus tape ubi

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM, IDI – Di sebuah rumah sederhana di Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Zainabon telah mengabdikan hampir tiga dekade hidupnya pada tape ubi.

Selama 28 tahun, wanita paruh baya ini tak pernah lelah memproduksi makanan fermentasi khas tersebut, yang kini menjadi sumber penghidupan bagi dirinya dan banyak pengecer di Aceh Timur.

Setiap hari, dari dapur kecilnya, Zainabon menghasilkan sekitar 1.000 bungkus tape ubi. Produk buatannya kemudian dijemput oleh para agen untuk disebarkan ke berbagai warung di daerah tersebut.

Namun, perjalanan panjangnya dalam dunia usaha ini tak selalu mulus.

Awalnya, Zainabon mengandalkan hasil panen ubi dari kebunnya sendiri. Namun, perubahan cuaca ekstrem dan banjir dalam beberapa tahun terakhir memaksanya beradaptasi.

Baca juga: Tape Ubi Peureulak, Takjil Pilihan Masyarakat Aceh Timur Saat Berbuka Puasa

Kini, ia harus membeli ubi dari petani lain untuk tetap menjalankan produksi.

Meski menghadapi tantangan, Zainabon tetap mampu bertahan.

Dengan harga jual Rp800 per bungkus kepada agen, ia masih bisa mengantongi pendapatan harian sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000.

Tape ubi buatan Zainabon tetap diproduksi secara tradisional, mempertahankan cita rasa khas yang sudah dikenal banyak pelanggan.

Prosesnya dimulai dengan mengupas ubi, memotongnya menjadi bagian kecil, lalu mencucinya hingga bersih. Setelah itu, ubi dibungkus dengan daun pisang, diberi ragi, lalu dikukus.

Tahun ini, Zainabon harus mengurangi produksi akibat menurunnya daya beli masyarakat. Jika biasanya ia membuat 1.000 bungkus per hari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 800 bungkus per hari.

Meski begitu, semangatnya tetap menyala. Dengan ketekunan dan keahlian yang telah diasah selama puluhan tahun, Zainabon terus berusaha menjaga kelangsungan usahanya, memastikan tape ubi tetap hadir di meja-meja warga Aceh Timur.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved