Kupi Beungoh

Guru dan Kecerdasan Emosional

Guru yang memahami perasaannya akan lebih mudah mengatur emosinya dalam situasi penuh tekanan atau frustrasi.

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Iswadi, M.Pd, Dosen Universitas Esa Unggul-Jakarta 

Penulis: Dr. Iswadi, M.Pd *)

Seorang guru tidak hanya bertanggung jawab mengajarkan pengetahuan akademik kepada murid, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter dan kecerdasan emosional siswa

Kecerdasan emosional, yang pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Goleman pada tahun 1995, merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola, dan mengatur emosi diri sendiri serta orang lain. 

Dalam konteks pendidikan, kecerdasan emosional sangat penting karena membantu siswa mengembangkan empati, keterampilan sosial, serta kemampuan dalam menghadapi stres dan tantangan hidup. 

Oleh karena itu, peran guru dalam membimbing dan mengembangkan kecerdasan emosional siswa menjadi sangat krusial.  

Guru dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan lebih efektif dalam mengelola kelas, membina hubungan yang positif dengan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. 

Baca juga: KABAR GEMBIRA! Tunjangan Guru Cair Maret 2025, Segini Besaran Tunjangan yang Akan Didapat

Kecerdasan emosional dalam dunia pendidikan bukan hanya tentang bagaimana guru mengelola emosinya sendiri, tetapi juga bagaimana mereka dapat memahami dan merespons emosi siswa dengan bijak dan penuh pengertian.  

Salah satu aspek utama kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri sendiri. 

Guru yang memahami perasaannya akan lebih mudah mengatur emosinya dalam situasi penuh tekanan atau frustrasi. 

Misalnya, ketika menghadapi kelas yang gaduh atau siswa yang sulit diatur, guru dengan kecerdasan emosional tinggi dapat mengendalikan amarah atau frustrasi mereka dan merespons secara konstruktif, bukan reaktif. 

Hal ini membantu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan menyenangkan bagi siswa.  

Selain itu, kecerdasan emosional juga mencakup kemampuan mengenali dan memahami emosi orang lain. 

Baca juga: Perempuan Paruh Baya Meninggal, Diduga Korban Perampok 

Dalam hal ini, guru harus peka terhadap perasaan siswa, baik yang tampak jelas maupun yang tersembunyi. 

Misalnya, seorang siswa yang pendiam dan kurang aktif dalam kelas mungkin sedang mengalami kecemasan atau ketidaknyamanan terhadap materi pelajaran. 

Guru yang memiliki kecerdasan emosional dapat mendeteksi tanda-tanda ini dan memberikan dukungan yang diperlukan, baik melalui penjelasan tambahan maupun dorongan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved