Breaking News

Kesehatan

Ternyata Ibu Hamil Masih Bisa Puasa, dr Boyke: Ini Menu Sahur yang Bikin Janin Tetap Berkembang Baik

Perlu diingat bahwa ibu hamil yang ingin berpuasa harus memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam keadaan baik.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nur Nihayati
Pixabay
dr Boyke memberikan panduan tentang cara berpuasa yang aman serta menu sahur yang tepat untuk memastikan ibu hamil tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa. 

SERAMBINEWS.COM - Puasa di bulan Ramadan tidak hanya menjadi ladang ibadah, tetapi juga bisa memberikan manfaat kesehatan jika dilakukan dengan cara yang tepat.

Namun, bagi ibu hamil, berpuasa memerlukan perhatian ekstra untuk menjaga kesehatan tubuh dan perkembangan janin. 

Ahli Kebidanan dan Kandungan, dr Boyke memberikan panduan tentang cara berpuasa yang aman serta menu sahur yang tepat untuk memastikan ibu hamil tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa.

Perlu diingat bahwa ibu hamil yang ingin berpuasa harus memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam keadaan baik.

dr Boyke menyarankan menu sahur yang kaya protein, karbohidrat kompleks, dan suplemen penambah darah untuk menjaga energi dan perkembangan janin. 

Selain itu, penting untuk menghindari aktivitas fisik berlebihan dan memilih makanan segar tanpa pestisida.

Baca juga: Cek Waktu yang Dianjurkan, Bolehkan Berhubungan Suami Istri saat Ramadhan? Ini Kata dr Boyke

Dikutip dari program Boykepedia di kanal Video.com pada Sabtu (15/3/2024), dr Boyke mengatakan, untuk menu sahur pada ibu hamil memang tidak banyak perbedaan pada menu-menu makanan orang yang tidak hamil.

Hanya saja pada ibu hamil, menu sahurnya lebih dikhususkan yaitu makanan yang tinggi protein. 

"Karena pada wanita hamil itu terjadi pembentukan otak janin, bahwa ada yang mau dikasih makan pada janin, yang pentingnya yaitu janinnya.

Jadi harus tinggi protein di mana ini untuk pertumbuhan otak, pembentukan otot dan sebagainya," kata dr Boyke

Menu Sahur untuk Ibu Hamil

1. Karbohidrat Kompleks

Menurut dr Boyke, ibu hamil akan merasa lebih cepat lapar karena dia juga memberi makan janinnya, oleh karena itu penuhi asupan sahur dengan karbohidrat kompleks. 

Karbohidrat kompleks bisa didapatkan dari sajian nasi merah, nasi keta, kentang dan roti. 

Baca juga: Empat Makanan Wajib saat Puasa ala dr Boyke : Rahasia Bertenaga, Sehat, Menjaga Energi & Keperkasaan

"Kalau untuk rotinya, pilih roti coklat bukan roti gandum yang biasa," sambung dr Boyke.

2. Makan saat Berdekatan Waktu Imsak

Selanjutnya dianjurkan makan sahur berdekatan dengan waktu imsak sehingga ibu hamil tidak terlalu lama puasanya. 

3. Protein

Selain memenuhi asupan karbohidrat kompleks, ibu hamil juga harus mendapatkan asupan protein, ini bisa didapatkan dari susu. 

Saat sahur, usahakan minum satu gelas susu atau jus untuk memenuhi asupan serat.

Sementara untuk protein lainnya, dampingi juga menu sahur dengan sajian ikan, daging atau ayam kampung.

4. Konsumsi Penambah Darah

Menurut dr Boyke, setiap wanita hamil pasti berisiko mengalami kekurangan darah, maka untuk mengantisipasinya dengan mengonsumsi suplemen penambah darah.

Baca juga: Organ Reproduksi Rentan Terkena Infeksi saat Menstruasi, dr Boyke Imbau Wanita Lakukan Hal Ini

"Jangan lupa setiap wanita pasti akan kekurangan karena hemoglobin jadi tetap harus diberikan penambah darah, sepeti pil penambah darah dan sebagainya," lanjutnya.

Tidak kalah penting dari itu semua, penting ibu hamil memperhatiakan menu sahur.

Pilihlah sajian menu sahur yang segar.

Pilih sayur dan buah-buahan yang segar dan tidak banyak mengandung pestisida. 

Ingat, pestisida dapat membahayakan janin, menembus plasenta dan bisa mengakibatkan janin mengalami kecacatan. "Jadi pilihlah menu yang segar," timpalnya.

Terakhir, ibu hamil penting untuk tidak melakukan kegiatan yang berlebihan saat puasa terutama yang berkaitan dengan aktifitas fisik seperti turun naik tangga, tidak terlalu lama berdiri, tidak terlalu banyak gerak dan sebagainya.

"Kegiatan wanita hamil disaat bulan puasa harus dikurangi, yang umum aja dikurangi apalagi yang hamil harus dikurangi karena energi yang masuk pun berkurang," tegasnya.

Baca juga: Organ Reproduksi Rentan Terkena Infeksi saat Menstruasi, dr Boyke Imbau Wanita Lakukan Hal Ini

Dianjurkan Puasa Bagi yang Sanggup

Ahli kandungan dan kebidanan, dr Boyke Dian Nugraha Sp OG mengungkap manfaat puasa bagi ibu hamil dan janin.

Kewajiban puasa di bulan Ramadan menjadi kewajiban bagi siapa saja umat muslim, termasuk ibu hamil.

Memang ada kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan ibu hamil puasa.

Meski begitu, ada juga ibu hamil yang boleh berpuasa jika dia sanggup mengerjakannya.

Dikutip dari Boykepedia di kanal Video.com, Kamis (7/3/2024), dr Boyke mengatakan, adapun manfaat puasa bagi ibu hamil bukanlah dari sisi kesehatan melainkan manfaat yang diperoleh dari sisi psikologis.

"Ya kalau dokter mengatakan manfaatnya bukan manfaat dari sisi kesehatan, karena kalau secara kesehatan sih asupan-asupan gizinya harus continue, harus cukup, tapi ini lebih manfaatnya ke nilai ibadahnya," kata dr Boyke.

Sebelum membahas soal manfaat puasa bagi ibu hamil dan janin, perlu diketahui bahwa dr Boyke menegaskan, wanita hamil harus sehat secara fisik dan psikologi.

Jadi kalau memang anda tidak bisa berpuasa karena kondisi muntah berlebihan atau tidak dianjurkan dokter untuk berpuasa karena berat badang janin kurang, sebaiknya tidak berpuasa dulu.

Tetapi kalau anda sanggup menjalankan puasa, maka tak ada salahnya menjalankan ibadah setahun sekali ini.

Adapun manfaat yang diperoleh adalah mendapatkan manfaat psikologis bagi ibu hamil dan janin.

Seorang wanita hamil yang berpuasa, dia akan jauh merasa lebih tenang jiwanya.

Ketenangan ini semakin bertambah jika anda memaksimalkan ibadah dalam bulan puasa, misalnya selain mengerjakan ibadah wajib, anda juga mengerjakan ibadah sunnah lainnya.

Ketenangan ini juga dirasakan oleh janin, sehingga lebih tenang.

"Itu semua mengandung nilai-nilai beribadah kepada Tuhan sehingga kita berharap karena ada piskologis hubungan antara ibu dan janin, maka dengan berpuasa itu si janin akan mejadi lebih tenang," sambung dr Boyke.

Ia juga mengungkap beberapa penelitian juga membuktikan, jika seorang ibu hamil berpuasa, maka bayi yang dikandungannya juga mengerti, sehingga kelak jika bayi dilahirkan dia memiliki sikap yang tenang.

"Itu terjadi karena pengaruh psikologis dari puasa," timpal dr Boyke.

Manfaat puasa akan semakin maksimal jika ibu hamil mengerjakan ibadah yang tak dilakukan di hari biasnaya, seperti tadarus, shalat tarawih dan berzikir di masjid.

Usahakan, jika anda mengerjakan ibadah ini sembari memegang perut sehingga bayi bisa merasakan dan mendengar.

Suara ngaji dan dzikir yang dilantunkan secara tidak langsung dapat dirasakan oleh janin yang berada di kandungan.

Dengan cara tersebut, bayi di kandungan dipercaya bisa mendengarkan suara-suara dzikir, maka dari itu si ibu dan bayinya juga lebih tenang.

"Pengaruh puasa itu juga mengikuti kegiatan yang tidak ada pada hari-hari biasanya seperti shalat tarawih, tadarus dan dzikir di masjid. Itukan secara psikologis ketika kita zikir dan perutnya dipegang si bayinya sudah bisa mendengarkan suara dzikir dan sebagainya maka si ibu akan lebih tenag dan si bayi juga lebih tenang," tambah dr Boyke.

Oleh karena itu, kalau memang ibu hamil kuat secara fisik menjalankan ibadah puasa, maka berpuasalah.

"Efek psikologis bagi pertumbuhan janin sangat bagus terutama pada pertumbuhan mentalnya," pungkas dr Boyke.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved