Sabtu, 11 April 2026

Berita Banda Aceh

Sepi Pembeli, Omset Pedagang Peci di Kawasan MRB Menurun

Berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, dimana masyarakat berbondong-bondong membeli yang menambah omset

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/INDRA WIJAYA
Pedagang memilah jenis peci untuk dijual kepada para pembeli di bekas Hotel Aceh, Jalan Muhammad Jam, Kecamatan Baiturrahman, Selasa (18/3/2025). 

Berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, dimana masyarakat berbondong-bondong membeli yang menambah omset

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sudah 18 hari para pedagang peci di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman tepatnya di bekas Hotel Aceh di Jalan Muhammad Jam sepi pembeli, Selasa (18/3/2025).

Meski sudah memberikan diskon beli 4 peci cukup bayar Rp 100 ribu, minat masyarakat untuk membeli peci selama bulan suci ramadhan tidak mengalami kenaikan.

Berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, dimana masyarakat berbondong-bondong membeli yang menambah omset para pedagang.

Aldi salah seorang pedagang di kawasan tersebut mengaku, jika ramadhan tahun sebelumnya dirinya bisa meraub laba bersih hingga Rp 3 juta/harinya.

Namun untuk tahun ini mengalami penurunan. Laba bersih yang diterimanya hanya kisaran Rp 1,5 juta/harinya.

"Memang kalau pendapatan kita meningkat dibanding hari normal. Kalau hari normal kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per harinya. Kalau sekarang ramadhan bisa sampai Rp 2 juta," kata Aldi kepada Serambinews.com.

Dikatakannya, faktor ekonomi sendiri menjadi penyebab menurunnya sangat berpengaruh dengan daya beli masyarakat selama bulan suci ramadhan.

"Kalau tahun lalu lumayan tinggi omzetnya. Sekarang sudah karena faktor ekonomi.

Bukan kita aja yang sepi pembeli, tapi pedagang lainnya seperti pedagang baju dan sebagainya juga omzetnya turun," ungkapnya.

Di lapak dagangannya miliknya sendiri, ia menjual peci dengan motif dan jenis yang bervariasi.

Ia mematok harga mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 130 ribu, tergantung jenis dan bahan yang gunakan.

"Barang kita ambil ada yang dari Jawa ada yang juga dari Aceh," pungkasnya.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved