Kamis, 16 April 2026

Serambi Ramadhan

Zakat sebagai Pembersih Dosa

Dalam Al-quran disebutkan 30 kali secara berulang-ulang, tunaikanlah olehmu shalat dan zakat. Jadi, saling berkaitan diantara shalat dan zakat. TGK SA

Editor: mufti
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SERAMBINEWS
SERAMBI RAMADHAN - Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Tgk Sayyid Husein Al Mahdaly SHI menjadi narasumber dalam program Serambi Ramadhan dengan 'Zakat Fitrah: Dari Siapa Untuk Siapa,' dipandu oleh Host Serambi Indonesia, Sri Anggun Oktaviana dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan Facebook Serambinews.com, Selasa (25/3/2025) 

Dalam Al-quran disebutkan 30 kali secara berulang-ulang, tunaikanlah olehmu shalat dan zakat. Jadi, saling berkaitan diantara shalat dan zakat. TGK SAYYID HUSEIN AL MAHDALY, Dewan Kehormatan ISAD

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Zakat sebagai salah satu rukun Islam, bukan hanya sekadar kewajiban finansial, tetapi juga memiliki makna mendalam yang terkait dengan pembersihan jiwa dan harta. 

Dalam Al-Qur'an, zakat disebutkan sebanyak 30 kali. Bahkan, selalu diiringi dengan perintah shalat. Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara keduanya. 

Sebagaimana disebutkan Tgk Sayyid Husein Al Mahdaly SHI, selaku Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh dalam podcast Serambinews.com dengan tema "Zakat Fitrah: Dari Siapa Untuk Siapa".

"Dalam Al-quran disebutkan 30 kali secara berulang-ulang, tunaikanlah olehmu shalat dan zakat. Jadi, saling berkaitan diantara shalat dan zakat," ujarnya dalam podcast Serambi Ramadhan, Selasa (25/3/2025).

Menurutnya, zakat dianggap sebagai sarana untuk membersihkan dosa-dosa bagi orang yang menunaikannya. "Makna zakat sendiri adalah bersih atau membersihkan. Jadi, maksud membersihkan di sini adalah zakat itu dapat membersihkan dosa-dosa dari orang yang membayarnya," jelas.

Dengan memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan, seseorang tidak hanya membersihkan dirinya dari sifat kikir, tetapi juga mendapatkan pahala yang akan membersihkan hatinya dari segala sifat buruk.

Dalam konteks ini, menurut Tgk Sayyid Husein, zakat bukan hanya sekadar ritual, akan tetapi menjadi medium yang mendekatkan diri kepada Allah dan membersihkan jiwa.

Ia menyebutkan, zakat juga memiliki makna yang lebih dari sekadar pembersihan. “'Dalam makna lain, zakat ini memiliki arti bertambah. Artinya, seseorang yang membayar zakat  itu maka hartanya akan bertambah-tambah, maka ketika orang berzakat seolah-olah ia sedang menabur benih. Sehingga, benih ini akan bertumbuh dan bertambah banyak'', tambahnya. 

Dalam pandangan Tgk Sayyid Husein, memberikan zakat bukan hanya mengurangi harta, melainkan juga menambah keberkahan. Ketika seseorang memberikan zakat, ia seolah sedang menanam benih yang akan tumbuh dan berkembang.

Dalam konteks ini, harta yang dikeluarkan untuk zakat akan kembali dengan keberkahan yang lebih besar. Ialah baik dalam bentuk rezeki yang lebih melimpah, kebahagiaan yang lebih dirasakan, maupun kedamaian batin yang tidak ternilai.

Harta yang dibagikan dengan niat yang ikhlas akan bertambah dengan cara yang tidak terduga, melalui keberkahan yang diberikan oleh Allah.

Tgk Sayyid Husein mengingatkan, bagi mereka yang sudah diwajibkan untuk membayar zakat, segeralah melaksanakan kewajiban ini. “Kita berharap kepada orang-orang yang memang sudah wajib untuk membayarnya. Segeralah membayar zakat yang pertama sekali adalah untuk membersihkan hartanya", tegasnya.

Lebih dari itu, zakat adalah wujud rasa syukur atas nikmat yang sudah diberikan Allah, dan cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya.  Selain berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa, zakat juga menjadi sumber keberkahan dan kebahagiaan. (an)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved