Minggu, 17 Mei 2026

Serambi Ramadhan

Tak Hanya Ibadah, Zakat Fitrah Dinilai Mampu Menguatkan Solidaritas Sosial Masyarakat

Zakat fitrah tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com
SERAMBI RAMADHAN – Dr. Tgk. Furqan, MA selaku Pengurus ISAD Aceh menjadi narasumber dalam program Serambi Ramadhan yang ditayangkan di kanal YouTube Serambinews, membahas tema “Zakat Fitrah sebagai Instrumen Solidaritas Sosial di Masyarakat”, dipandu oleh host Sri Anggun Oktaviana (13/3/2026). 

Tak Hanya Ibadah, Zakat Fitrah Dinilai Mampu Menguatkan Solidaritas Sosial Masyarakat

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Zakat fitrah tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi instrumen solidaritas sosial yang kuat di tengah kehidupan masyarakat, terutama dalam membantu mereka yang berada dalam kondisi kekurangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Tgk. Furqan, MA, Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, dalam program Serambi Ramadhan yang tayang di kanal YouTube Serambinews, Jumat (13/3/2026) dengan mengangkat tema ”Zakat Fitrah Sebagai Instrumen Solidaritas Sosial di Masyarakat”  dipandu host Sri Anggun Oktaviana.

Program ini merupakan kerja sama Serambi Indonesia bersama Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh dan didukung Bank Aceh Syariah, yang tayang selama bulan Ramadhan.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Umat, Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp 1,4 Miliar melalui Baitul Mal

Menurutnya, zakat fitrah memang merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebagai bentuk penyempurna ibadah puasa Ramadhan.

Namun di balik kewajiban tersebut, zakat fitrah juga memiliki nilai sosial yang sangat kuat karena menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Selain zakat fitrah ini sebagai kewajiban, ini adalah merupakan sebuah solidaritas sosial yang paling kuat dan mengakar di tengah-tengah masyarakat, khususnya di gampong-gampong, di desa-desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa praktik zakat fitrah di masyarakat menunjukkan bagaimana nilai kepedulian sosial terus hidup dan dipelihara, terutama di lingkungan pedesaan.

Di banyak gampong, masyarakat umumnya menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras karena dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari penerima.

Baca juga: VIDEO Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp 1,4 Miliar Melalui Baitul Mal

“Orang di gampong-gampong itu kadang lebih penting ada beras daripada uang. Yang penting bagi orang desa itu ada beras, itu sudah cukup,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah tidak hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga menjadi mekanisme sosial yang membantu menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat.

Melalui zakat fitrah, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dapat berbagi dengan saudara-saudara mereka yang tergolong fakir dan miskin.

Hal ini memungkinkan mereka yang kurang mampu tetap dapat merasakan kecukupan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ia juga menambahkan bahwa dalam beberapa kondisi, penerima zakat fitrah bahkan dapat memperoleh bantuan yang lebih banyak karena berasal dari beberapa orang yang menyalurkan zakat.

Baca juga: Safari Subuh di Masjid Baitul Quddus Susoh, Bupati Abdya Ajak Warga Shalat dan Tunaikan Zakat

“Bisa jadi ada orang yang memberikan zakat fitrah, tetapi yang menerima bahkan lebih banyak karena dia termasuk kategori fakir atau miskin,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved