Internasional
Trump Serang Dunia: Tarif Timbal Balik Terbesar dalam Sejarah, Mengguncang Perdagangan Global!
Tarif-tarif terbaru ini akan berlaku untuk negara-negara yang memiliki defisit perdagangan besar dengan AS, atau yang mengenakan tarif tinggi pada bar
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM-Pada hari Rabu (3/4/2025), Presiden Donald Trump mengumumkan serangkaian tarif timbal balik yang akan dikenakan pada hampir semua negara yang berdagang dengan Amerika Serikat.
Keputusan ini menandai langkah besar yang melawan kebijakan perdagangan bebas dan globalisasi yang telah lama dianut oleh Washington.
Tarif-tarif terbaru ini akan berlaku untuk negara-negara yang memiliki defisit perdagangan besar dengan AS, atau yang mengenakan tarif tinggi pada barang-barang asal AS.
Di tahun 2023, impor barang ke AS tercatat lebih besar sebesar $1,1 triliun dibandingkan ekspornya, menjadikannya negara dengan defisit perdagangan terbesar di dunia. Langkah ini juga ditujukan pada negara-negara seperti Suriah dan Myanmar, yang sedang menghadapi tantangan besar, baik akibat konflik atau bencana alam.
Apa yang Dikatakan Trump? Trump mengumumkan kebijakan ini melalui perintah eksekutif yang dibacakan dalam pidatonya di Rose Garden, Gedung Putih.
Ia menyebut 2 April sebagai "Hari Pembebasan" karena keputusan ini.
Trump menjelaskan bahwa kebijakan perdagangan AS selama ini sudah tidak adil, di mana negara-negara mitra perdagangan AS mengenakan tarif dan hambatan yang lebih tinggi terhadap produk AS. Oleh karena itu, tarif timbal balik ini dianggap sebagai langkah pembalasan terhadap ketidakadilan tersebut.
Dalam pidatonya, Trump mengatakan, "Selama puluhan tahun, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dirampok oleh negara-negara di dekat maupun jauh, baik kawan maupun lawan."
Ia menambahkan bahwa meskipun negara-negara seperti China mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi terhadap produk AS, AS sendiri justru mengenakan tarif yang lebih rendah.
"Bagaimana mungkin ada orang yang marah? Mereka akan marah karena kami tidak pernah mengenakan tarif apa pun kepada siapa pun," katanya.
Trump menargetkan China sebagai contoh utama.
China, yang menurut Trump mengenakan tarif rata-rata 67 persen pada produk AS, akan dikenakan tarif timbal balik sebesar 34 persen yang ditambah dengan tarif 20 persen yang sudah dikenakan sebelumnya, sehingga total tarif terhadap barang-barang China mencapai 54 persen.
Ini mendekati janji kampanyenya untuk mengenakan tarif 60 persen terhadap China.
Berapa Tarif yang Akan Dikenakan? Pemerintah AS merilis daftar 57 negara dan wilayah yang akan dikenakan tarif timbal balik. Berikut adalah beberapa negara dan tarif yang akan dikenakan pada mereka:
- Aljazair: 30 persen
- Angola: 32 persen
- Bangladesh: 37 persen
- Bosnia dan Herzegovina: 36 persen
- Botswana: 38 persen
- Brunei: 24 persen
- Kamboja: 49 persen
- Kamerun: 12 persen
- Chad: 13 persen
- Tiongkok: 34 persen (ditambah tarif 20 persen yang sudah ada, total 54 persen)
- Uni Eropa: 20 persen
- Israel: 17 persen
- India: 27 persen
- Indonesia: 32 persen
- Jepang: 24 persen
- Korea Selatan: 26 persen
- Sri Lanka: 44 persen
- Myanmar: 45 persen
- Vietnam: 46 persen
- Venezuela: 15 persen
Selain negara-negara tersebut, ada juga negara yang akan dikenakan tarif tetap sebesar 10 persen pada semua ekspor mereka ke AS, yang akan berlaku mulai 5 April. Negara-negara yang termasuk dalam daftar ini antara lain:
- Inggris Raya
- Australia
- Singapura
- Brazil
- Selandia Baru
- Turki
- Uni Emirat Arab
- Arab Saudi
- Chili
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-memberi-isyarat.jpg)