Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Singkil

Ram Besok Buka, Petani Sawit Aceh Singkil  Sudah Bisa Panen, Per Kilo Rp 2.500

Ram atau pengepul kelapa sawit sudah mulai buka, Sabtu (5/4/2025) besok.di kabupaten Aceh Singkil setelah lebaran

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Kelapa sawit milik warga Aceh Singkil, di kawasan Gosong Telaga Barat, sudah mulai berbuah, Kamis (22/2/2024). 

 Penulis: Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Ram atau pengepul kelapa sawit sudah mulai buka, Sabtu (5/4/2025) besok.

Setelah tutup sejak 25 Maret 2025 lantaran libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

Dengan bukanya Ram maka, petani sawit di Kabupaten Aceh Singkil, sudah bisa panen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. 

"Insya Allah besok (buka)," kata Anto Owner Ram Alwi Hutabarat yang mengepul kelapa sawit di kawasan Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, Jumat (4/4/2025).

Sementara itu, untuk harga TBS kelapa sawit di tingkat petani dikisaran Rp 2.450 per kilogram jika dijemput ke kebun oleh pengepul.

Lantaran dipotong biaya angkut sebesar Rp 50 per kilogram.

Sedangkan diantar ke pengepul Rp 2.500 per kilogram.

Baca juga: Perusahaan Kelapa Sawit PT Astra Agro Lestari Buka Lowongan Kerja untuk D4-S1, Ini Kualifikasinya

Harga tersebut dengan catatan buah dalam kondisi masak sempurna. 

Untuk diketahui mayoritas atau sekitar 70 persen warga Aceh Singkil, gantungkan hidup dari kelapa sawit. 

Tak mengherankan naik turunnya harga sawit berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat Aceh Singkil

Jika sawit sedang mahal, maka gairah ekonomi terlihat jelas. Salah satunya warung kopi penuh dengan pelanggan. 

Sebaliknya ketika harga sawit rendah, ekonomi menjadi lesu.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Nagan Raya Turun Jelang Lebaran, PMKS Beli Tertinggi Rp 2.850/Kg

Berdasarkan data luas areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil mencapai 75.862,72 hektar.

Terdiri atas lahan masyarakat 31.351 hektare atau 41,33 persen dan lahan perusahaan pemegang hak guna usaha sekitar 44.511,72 hektare atau 58,57 persen.

Sayangnya masih banyak petani yang asal-asalan dalam mengelola kebun sawitnya. 

Sehingga produksi per hektarnya masih kalah dari kebun milik perusahaan.(*)

Baca juga: Raih Akreditasi Paripurna dari Kemenkes RI, PMI Banda Aceh Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved