Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Bireuen

Azhari Idris Tawarkan Gagasan Konstruktif Memajukan Bireuen

Azhari  Idris menawarkan beberapa ide yang sifatnya konstruktif membangun Bireuen untuk semakin maju dan berkembang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Amirullah
For Serambinews
Silaturahmi – Satker SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, Kamis (3/4/2025), yang merupakan putra Bireuen bersilaturahmi dengan bupati Bireuen di pendopo bupati dan diskusi upaya memajukan Bireuen 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN  - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi,  Azhari  Idris menawarkan beberapa ide yang sifatnya konstruktif membangun Bireuen untuk semakin maju dan berkembang.

Hal tersebut disampaikan Azhari Idris, putra Aceh kelahiran Bireuen  kepada Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST saat melakukan pertemuan informal sekaligus silaturahmi lebaran di pendopo Bupati Bireuen, Rabu sore (2/4/2025). Pertemuan tersebut juga dihadiri ketua TP PKK Bireuen, Sadriah SKM M Kes, mantan Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MH dan sejumlah pejabat lainnya.

Azhari Idris yang didampingi Wakil Kepala Badan Pengelola  Migas Aceh (BPMA), Nizar Saputra dan Mukhlis Aminullah,  Ketua Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Bireuen dalam pertemuan silaturahmi mendiskusikan program-program  yang sudah dilakukannya  di area Kalimantan dan Sulawesi selama menjabat di SKK Migas, dalam rangka mendukung Pemerintah Daerah membangun kapasitas sumberdaya.

Azhari mengatakan, program yang telah dilaksanakan di daerah lain bisa dilakukan di Bireuen, karena ada beberapa kesamaan Bireuen dengan Kabupaten/Kota di Kalimantan dan Sulawesi asalkan pemerintah mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun daerah jangka panjang.

Baca juga: Miliki Kekayaan Miliaran, Intip Mewahnya Ruang Keluarga Ayu Ting Ting yang Jarang Terekspos

"Kita bisa memberi beasiswa kepada putra putri terbaik Bireuen untuk kita didik khusus bidang Migas atau keahlian terapan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri yang sedang berkembang.

Misalnya, dalam setahun 20-30 orang, kemudian mereka yang sudah jadi ahli muda ini bisa bekerja di tempat-tempat strategis di Indonesia bahkan di luar Indonesia bagi mereka yang telah mendapatkansertifikasi keahlian yang diakui secara internasional, sebut Azhari, yang menginginkan adanya kaderisasi putra Bireuen bidang Migas atau industri strategis lainnya pada masa yang akan datang.

Dalam pertemuan tersebut, Azhari juga memaparkan  salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan kekurangan gas bagi rumah tangga.

Caranya dengan pipanisasi gas dari Krueng Geukuh, Aceh Utara ke Bireuen.  

Hanya saja Pemkab Bireuen perlu mendiskusikan dengan Pemerintah Pusat terkait pembiayaan pemasangan jalur pipa gas rumah tangga.

Wakil Kepala BPMA, Nizar Saputra ikut menjelaskan, pipanisasi untuk ketersediaan gas bumi sangat penting untuk kepentingan supply rumah tangga sehingga dapat membantu pemerintah dalam penghematan subsidi LPG.

"Ini bisa membantu warga masyarakat kita, pak," sebut Nizar.

Dalam pertemuan tersebut ada beberapa hal lain juga disampaikan termasuk pemanfaatan lahan untuk penanaman nilam di Bireuen yang saat ini mulai marak dikembangkan di berbagai daerah.

"Ini untuk membantu ekonomi petani di Bireuen terutama saat ketika harga jual komoditi pertanian menurun dan produksinya merosot, seperti pinang," sarannya.

Azhari menilai nilam adalah salah satu potensi ekonomi baru, mudah dikelola, berbiaya murah, namun hasilnya bernilai tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved