KUPI BEUNGOH
Anak: Investasi Abadi atau Sekadar Prestise?
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (kesucian). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi
Studi dalam Journal of Family Psychology (2024) mengungkap bahwa keluarga yang mampu menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anaknya lebih resilient menghadapi dinamika sosial modern.
Ini menunjukkan bahwa ujian tidak hanya mendidik anak, tetapi juga membangun kapasitas orang tua sebagai individu yang lebih kuat secara spiritual.
3. Aset Akhirat: Anak sebagai Investasi Spiritual yang Tidak Terputus
Anak sholeh adalah investasi terbesar seorang Muslim di dunia dan akhirat. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya: "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka..." (QS. Ath-Thur: 21).
Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang sholeh." (HR. Muslim).
Anak yang sholeh tidak hanya membawa kebahagiaan dunia, tetapi menjadi mata rantai pahala yang terus mengalir bahkan setelah orang tua meninggal dunia.
Perspektif ini menginspirasi visi jangka panjang bagi keluarga Muslim untuk menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas utama.
Dalam era modern, gagasan ini mendapatkan validasi dari penelitian yang dipublikasikan di Harvard Theological Review (2025), yang menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual yang ditanamkan sejak dini memiliki dampak signifikan dalam membentuk perilaku prososial dan kontribusi positif anak terhadap masyarakat.
Generasi yang memiliki fondasi spiritual kokoh akan menjadi penggerak utama peradaban yang berkelanjutan.
Pilihan Bijak Hari Ini, Cahaya Masa Depan
Anak adalah amanah ilahi sekaligus investasi peradaban. Jika bisa memilih, saya akan pilih ilmu agama” adalah pernyataan yang pernah disampaikan oleh Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie).
Di tangan Anda, para orang tua cerdas, ada tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan membimbing mereka menjadi individu yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga kokoh secara spiritual.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tabrani dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Didiklah anak-anakmu atas tiga hal: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca Alquran. Sebab, orang yang mengamalkan Alquran nanti akan mendapatkan naungan Allah pada hari ketika tiada naungan kecuali dari-Nya bersama para nabi dan orang-orang yang suci.”
Pendidikan berbasis Al-Qur’an, iman dan akhlak serta kecakapan dalam Bahasa adalah kunci mencetak generasi yang mampu membawa rahmat bagi dunia sekaligus menjadi aset berharga di akhirat.
Pilihan pendidikan untuk anak adalah lebih dari sekadar keputusan praktis—ia adalah investasi yang menentukan apakah anak Anda menjadi pelita yang menerangi jalan menuju akhirat atau sekadar trofi duniawi belaka.
Dalam menjawab pertanyaan, 'Anak: Investasi Abadi atau Sekadar Prestise?', setiap langkah yang Anda ambil hari ini adalah warisan yang mencetak masa depan mereka dan membawa berkah yang melampaui batas dunia." Wallahu a‘lam bissawab.
*) PENULIS adalah Dosen Tetap Pada Magister Keuangan Islam Terapan PNL dan Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Janji Helsinki Belum Lunas: Menimbang Suara Delapan Fraksi dalam Revisi UUPA |
|
|---|
| Surga Tersembunyi di Lembah Beutong, Irigasi Ulee Jalan Menjelma Jadi Objek Wisata Lokal |
|
|---|
| Tarik Ulur Gas Andaman: Akankah Pemerintah RI Korbankan Masa Depan Industri Aceh? |
|
|---|
| Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal Daerah di Tengah Dinamika Global |
|
|---|
| Americano No, Acehpungono Yes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhammad-Nasir_2024_Dosen.jpg)