Kesehatan
Anjuran Usia Terbaik Sunat Anak Laki-laki Versi Dr Boyke: Lebih Sehat dan Cepat Sembuh
Selain menjadi anjuran dalam beberapa tradisi dan agama, sunat juga berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM - Sunat atau khitan pada anak laki-laki merupakan prosedur yang umum dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Selain menjadi anjuran dalam beberapa tradisi dan agama, sunat juga berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.
Manfaat medis dari sunat mencakup pencegahan masalah pada penis seperti fimosis, pengurangan risiko infeksi saluran kemih, serta penurunan risiko kanker penis, kanker prostat, dan penyakit menular seksual.
Oleh karena itu, sunat tidak hanya dianggap sebagai praktik budaya atau agama tetapi juga sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan pria.
Tradisinya, anak laki-laki dikhitan pada usia tertentu menjelang remaja. Namun, para ahli, termasuk seksolog dr Boyke Dian Nugraha, menyarankan agar sunat dilakukan saat bayi.
Menurut Dr Boyke, waktu yang tepat untuk melakukan sunat pada anak laki-laki adalah di usia 0 hingga 5 tahun.
Prosedur sunat ini, jika dilakukan pada usia dini dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang, termasuk pemulihan yang lebih cepat dan risiko infeksi yang lebih rendah.
Baca juga: Siswi SMP Hamil, Padahal Masih Perawan, dr Boyke Ungkap Fakta Medis Mengejutkan & Pentingnya Edukasi
Selain itu, sunat pada usia bayi memiliki keuntungan besar karena proses penyembuhannya lebih cepat dan trauma psikologis hampir tidak terjadi.
Pada bayi, jaringan tubuh lebih cepat pulih, sehingga risiko infeksi dan komplikasi juga lebih rendah.
Hal ini turut diungkapkan oleh seksolog dr Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS.
dr Boyke mengatakan, sunat atau khitan dalam perspektif medis merupakan suatu operasi kecil atau operasi minor untuk memperbaiki organ laki-laki atau untuk menjaga kebersihan laki-laki.
"Khitan itu dilakukan secara medis dengan mengambil kulup daripada kepala penis," kata dr Boyke dikutip dari kanal YouTubenya, Senin (7/4/2025).
Baca juga: Fimosis, Indikasi Medis yang Mengharuskan Penderitanya Segera Dikhitan, Begini Penjelasan dr Boyke
Alasan Anak Laki-laki Perlu Disunat
Lebih lanjut, dr Boyke kemudian mengungkap dua alasan mengapa anak laki-laki harus disunat dalam perspektif medis.
Pertama, sunat merupakan sebuah anjuran dalam agama Islam yang harus dilakukan oleh umat Muslim pria.
"Pertama tentunya karena alasan agama dan budaya, contohnya sunat menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Muslim pria," kata dr Boyke.
Kedua, dalam perspektif medis, sunat dilakukan untuk mencegah berbagai macam penyakit yang dapat menyerang alat kelamin.
Sunat Lebih Dianjurkan saat Bayi
Memang tak dipungkiri saat ini masih banyak orang tua yang masih ragu untuk menyunatkan anaknya ketika masih bayi.
Tapi sebenarnya tidak ada patokan kapan usia anak sebaiknya disunat, yang penting sebelum akil baligh.
Namun di samping itu semua, sunat lebih dianjurkan saat bayi.
Menurut dr Boyke, dari sisi medis sunat lebih baik dilakukan lebih awal, artinya sunat dianjurkan saat anak masih bayi.
Hal ini dilakukan karena proses penyembuhan luka lebih cepat sembuh karena regenerasi kulit bayi lebih cepat, luka setelah disunat akan lebih cepat sembuh.
Tak hanya itu, Bayi juga tidak bisa memegang luka sehingga jahitan pun aman.
"Dari sisi medis sunat lebih baik kalau dilakukan lebih awal karena proses penyembuhan luka akan lebih cepat dan leib cepat pulih, tidak menimbulkan trauma dan anak bayi belum terlalu aktif bergerak sehingga orang tua akan lebih mudah atau nyaman dalam menjalani proses perawatan atau penyembuhan," sambung dr Boyke.
Manfaat Sunat untuk Kesehatan
Dalam kesempatan yang sama, dokter kelahiran Bandung 4 Desember 1956 ini juga mengungkap beberapa manfaat sunat untuk kesehatan, berikut diantaranya:
1. Mencegah masalah-masalah
Manfaat pertama, sunat dapat mencegah masalah-masalah pada organ laki-laki.
Pada beberapa kasus diantaranya, kulup pada penis yang tidak disunat dapat menempel kuat pada penis dan menyebabkan fimosis.
Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan pada kulup atau kepala penis.
2. Mengurangi risiko infeksi
Kedua, sunat dapat mengurangi risiko infeksi pada penis.
Diungkap dr Boyke bahwa menurut penelitian, bayi-bayi yang tidak disunat berisiko lebih tinggi menderita infeksi saluran kemih dibanding bayi-bayi yang disunat.
Salah satu alasannya pastinya adalah karena penis yang disunat lebih mudah dijaga kebersihannya.
3. Mengurangi risiko kanker
Ketiga, mengurangi risiko kanker penis.
Kanker penis merupakan sejenis kanker yang jarang terjadi tetapi dengan dikhitan atau disunat maka kemungkinan kanker penis jauh lebih menurun risikonya.
Khitan atau sunat merupakan salah satu upaya yang bisa anda lakukan untuk menjauhkan si kecil dari resiko kanker penis.
Selain dipercaya efektif mencegah anak dari bahaya kanker penis, sunat juga dapat menurunkan resiko kanker prostat ketika ia dewasa.
4. Menurunkan resiko penyakit seksual menular
Manfaat sunat selanjutnya adalah dapat menurunkan resiko penyakit menular seksual (PMS).
Selain untuk menyehatkan organ reproduksinya, sunat juga memberikan manfaat jangka panjang bagi si buah hati.
Dan bunda harus ingat, setelah ia dewasa sunat juga dikatakan dapat mengurangi resiko terkena penyakit seksual menular. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
| 5 Manfaat Moisturizer untuk Wajah, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap dan Sehat |
|
|---|
| 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Jerawat Semakin Parah, Banyak Orang Tak Sadar |
|
|---|
| 6 Cara Agar Protein Diserap Maksimal oleh Tubuh, Jangan Asal Banyak Makan Daging |
|
|---|
| 7 Makanan Anti Penuaan yang Bantu Kulit Tetap Kencang dan Awet Muda, Bahannya Mudah Didapat |
|
|---|
| Jangan Anggap Sepele, Sering Haus Bisa Jadi Tanda Diabetes hingga Gangguan Ginjal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seksolog-dr-Boyke-mengungkap-penyebab-dan-cara-mengatasi-gatal-di-area-kewanitaan.jpg)