Puasa Syawal
Menggabungkan Puasa Syawal dan Puasa Senin Kamis, Bagaimana Hukumnya? Simak Ketentuan dan Waktunya
Di bulan Syawal ini umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah syawal.
Di bulan Syawal ini umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah syawal.
SERAMBINEWS.COM - Bulan suci Ramadhan 1446 sudah berlalu.
Ummat islam telah merayakan hari kemenangan pada Hari Raya Idul Fitri di bulan Syawal.
Apa saja amalan di bulan Syawal, selain melakukan silaturahmi.
Di dalam bulan Syawal salah satu anjuran adalah menunaikan puasa enam.
Bisakah menggabungkan puasa syawal dengan puasa Senin Kamis?
Diketahui saat ini umat muslim telah memasuki bulan Syawal 1446 Hijriah.
Di bulan Syawal ini umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah syawal.
Puasa sunah ini biasanya dilaksanakan selama 6 hari di bulan Syawal, bisa secara berturut-turut maupun tidak.
Keutamaan menjalankan puasa Syawal terdapat dalam hadits yang diriwayatkan Muslim, berasal dari Abu Ayyub Al Anshori yang pernah mendengar sabda Nabi Muhammad SAW.
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).
Adapun, mengenai puasa Senin dan Kamis, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa puasa tersebut adalah puasa sunnah yang ditunggu-tunggu Rasulullah SAW. Beliau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Dari Aisyah RA, ia mengatakan:
"Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad)
Lantas dalam pelaksanaannya, puasa enam hari bulan Syawal bisa bertepatan dengan hari Senin dan hari Kamis, mengutip kemenag.go.id.
Syawal 2025 sampai Tanggal Berapa? Ini Batas Waktu Puasanya |
![]() |
---|
Niat Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Sunah Kamis Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya |
![]() |
---|
Puasa Syawal, Manfaat dan Bacaan Niat Puasa Sunnah di Bulan Syawal |
![]() |
---|
Puasa Syawal 6 Hari Keutamaan dan Pahalanya Luar Biasa |
![]() |
---|
Puasa Syawal 1446 Hijriah Tahun 2025 Sampai Kapan, Haruskah Berurutan? Simak Ketentuannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.