Abdya
KNPI dan IMM Dukung Penerapan Ingub Aceh dan Program Peukong Agama Bupati Abdya
“Sudah saatnya Aceh memperlihatkan ciri khasnya yang menjadi pembeda dari provinsi lain yaitu pada bidang penguatan Syariat Islam...
Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) dan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendukung penuh penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh Nomor I/INSTR/2005 tentang Pelaksanaan Shalat Fardhu Berjama’ah Bagi Aparatur Negara dan Masyarakat serta Pelaksanaan Mengaji pada Satuan Pendidikan di Aceh.
Selain itu, organisasi kepemudaan tersebut juga mendukung Program Peukong Agama Menuju Abdya Malem yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Abdya periode 2025-2030.
Ketua DPD KNPI Abdya, Teguh Novrianto SH, kepada Serambinews.com, Jumat (11/4/2025) menilai Ingub Aceh merupakan salah satu langkah tepat yang dikeluarkan oleh Gubernur Muzakir Manaf atau Mualem sebagai upaya penerapan Syariat Islam di Seramoe Mekkah.
“Sudah saatnya Aceh memperlihatkan ciri khasnya yang menjadi pembeda dari provinsi lain yaitu pada bidang penguatan Syariat Islam,” kata Teguh.
Menurut Teguh, Ingub tentang pelaksanaan shalat berjamaah memiliki nilai lebih disampaing beribadah dan mendapatkan pahala besar dari Allah, yaitu tentang arti kekompakan dan gerakan jamaah.
“Keberhasilan dalam membangun Aceh perlu kebersamaan, semua pihak harus bersatu. Maka makna lain dari shalat berjamaah ini mengajarkan kita untuk saling kompak menuju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ingub ini, kata Teguh, hendaknya harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pihak, apalagi soal pelaksanaan mengaji pada satuan pendidikan di Aceh. Sebab, Ingub ini memberikan semangat spiritual bagi masyarakat Aceh dan menjadi jalan untuk memperkuat Syariat Islam yang ada di Aceh.
Menariknya, kata Teguh, Ingub Aceh ini juga sinkron dengan Program Peukong Agama yang digagas oleh Bupati dan Wakil Bupati Abdya, Safaruddin dan Zaman Akli.
Dalam Program Peukong Agama kata Teguh, Bupati Safaruddin menerapkan gerakan Shalat Berjamaah, Gema Ba’da Magrib, Gure Tamong Sikula, ada Nongkrong Islami. Tentu program ini menjadi landasan untuk penguatan Syariat Islam di Bumoe Breuh Sigupai.
“Kami menilai, Bupati Safaruddin melalui Program Peukong Agama ingin mengambil peran untuk memperkuat nilai-nilai ibadah kepada masyarakat, terutama bagi generasi milenial agar menghindari pengaruh narkoba, judi online, seks bebas, LGBT, dan penyakit sosial lainnya. Kami pikir, program ini harus didukung penuh oleh anak muda dan seluruh lapisan masyarakat Abdya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PC IMM Abdya, Mukhlisin, menilai Program Pekong Agama adalah salah satu terobosan jitu dari Bupati Safaruddin dan Wabup Zaman Akli, salah satunya Nongkrong Islami.
“Benar memang apa yang disampaikan Pak Bupati, mayoritas pengunjung warung kopi atau cafe hanya duduk menikmati makanan dan minuman, menghabiskan waktu dengan sia-sia. Apalagi pengunjungnya ramai dari kalangan anak muda,” ujarnya.
Dengan program ini, kata Mukhlisin, ada tiga hal yang didapatkan oleh anak muda, yaitu bisa bangun pagi lebih awal, shalat berjamaah, dan mendapatkan tausiyah tentang agama sambil menikmati kopi pagi.
Kemudian, tambahnya, gerakan shalat berjamaah juga mendapatkan nilai lebih bagi masyarakat, khususnya anak muda. Begitu juga halnya dengan dengan Program Gema Ba’da Magrib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Teguh-Novrianto-dan-Mukhlisin-Abdya.jpg)