Rabu, 13 Mei 2026

Luar Negeri

Donald Trump Meyerah pada China, AS Bebaskan Ponsel dan Komputer dari Tiongkok dari Tarif 125 Persen

Langkah tersebut diambil setelah perusahaan teknologi AS khawatir harga gawai akan meroket, karena banyak di antaranya dibuat di China.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Via Kompas
PERANG DAGANG - Presiden AS Donald Trump (kiri) dengan Presiden China Xi Jinping (kanan). 

Namun menurut Wakil Kepala Staf Kebijakan Gedung Putih Stephen Miller pada postingannya di media sosial X, barang-barang elektronik ini masih dikenakan tarif 20 persen terhadap China terkait fentanyl.


Beberapa perkiraan menunjukkan harga iPhone di AS, bisa naik tiga kali lipat jika biaya dibebankan kepada konsumen.

AS merupakan pasar utama iPhone, sementara Apple menyumbang lebih dari setengah juta penjualan ponsel pintarnya tahun lalu.

Menurut Counterpoint Research, sebanyak 80 persen iPhone Apple yang ditujukan untuk penjualan AS dibuat di China, sedangkan 20 persen sisanya dibuat di India.

Baca juga: Perang Tarif Trump dan China Berimbas ke Elon Musk, Tesla Hentikan Penjualan Mobilnya di Tiongkok

China Ngamuk Balas Donald Trump, Naikkan Tarif Capai 125 Persen untuk Barang dari Amerika Serikat

China umumkan tindakan balasan dengan menaikkan tarif atas barang-barang Amerika Serikat (AS) dari 84 persen menjadi 125 persen mulai Sabtu.

Kebijakan baru China ini diumumkan pada Jumat (11/4/2025).

AS dan China telah meningkatkan perang dagang dengan saling menaikkan tarif impor, bahkan ketika Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara tarif untuk negara-negara lain. 

Tiongkok telah mengatakan akan melawan tarif Amerika dengan tindakan balasan, menyebut tindakan Trump sebagai "perundungan ekonomi," yang menyebabkan Trump membalas dengan terus menaikkan tarif minggu ini.

Bea masuk universal Trump terhadap Tiongkok berjumlah 145 persen. Ketika Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa Tiongkok menghadapi bea masuk 125 persen , ia tidak memasukkan bea masuk 20 % terhadap Tiongkok yang dikaitkan dengan perannya dalam produksi fentanil.

Tindakan Trump membuat para eksekutif bisnis memperingatkan potensi resesi, dan beberapa mitra dagang utama AS membalas dengan pajak impor mereka sendiri, sebelum jeda. Namun Trump dan Tiongkok terus menaikkan bea masuk secara bergantian.

“AS yang secara bergantian menaikkan bea masuk yang sangat tinggi terhadap Tiongkok telah menjadi permainan angka, yang tidak memiliki signifikansi ekonomi praktis, dan akan menjadi lelucon dalam sejarah ekonomi dunia,” kata seorang juru bicara Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan bea masuk baru tersebut. 

“Namun, jika AS bersikeras untuk terus melanggar kepentingan China secara substansial, China akan dengan tegas melawan dan berjuang sampai akhir,” demikian pernyataan tersebut seperti dikutip dari The Associated Press.

Kementerian Keuangan China mengatakan tarif tinggi AS terhadap Beijing melanggar prinsip perdagangan internasional.

"Pemberlakuan tarif yang sangat tinggi oleh AS terhadap Tiongkok secara serius melanggar aturan ekonomi dan perdagangan internasional, bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi dasar dan akal sehat, dan merupakan tindakan intimidasi dan pemaksaan sepihak," kata Kementerian Keuangan China dalam sebuah pernyataan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved