Luar Negeri
Donald Trump Meyerah pada China, AS Bebaskan Ponsel dan Komputer dari Tiongkok dari Tarif 125 Persen
Langkah tersebut diambil setelah perusahaan teknologi AS khawatir harga gawai akan meroket, karena banyak di antaranya dibuat di China.
Kementerian Keuangan China mengungkap dampak tarif tinggi AS terhadap ekonomi dunia. Dia menyebut tarif itu akan menjadi bahan tertawaan dalam sejarah ekonomi.
"Bahkan jika AS terus mengenakan tarif yang lebih tinggi, tarif itu tidak akan lagi memiliki signifikansi ekonomi dan akan menjadi bahan tertawaan dalam sejarah ekonomi dunia," pernyataan Kementerian Keuangan menambahkan.
Beijing menyampaikan ini menjadi kali terakhirnya merespons Trump.
China menyatakan tak mau lagi merespons jika Trump kembali menaikkan tarif untuk barang-barang asal China yang masuk ke AS.
"Jika AS terus memainkan permainan angka dengan tarif, China tidak akan menanggapi," ujarnya.
Sementara itu dilansir BBC, tarif baru China terhadap barang-barang AS ini sama dengan tarif AS saat ini terhadap barang-barang China.
Donald Trump mengatakan bahwa ia masih berharap untuk mendapatkan kesepakatan dengan Beijing, dengan mengatakan bahwa kesepakatan itu akan 'berakhir dengan hasil yang sangat baik bagi kedua negara'.
Ketika Trump pertama kali mengumumkan skema pajak impornya, China dikenai tarif resiprokal sebesar 34 % . Beijing membalas dengan mengenakan tarif sebesar 34 % terhadap barang-barang Amerika.
AS menanggapi dengan menaikkan tarif mereka hingga total 104 % , sehingga China menaikkan tarif mereka menjadi 84 % .
AS merespons lagi, dan sebagaimana keadaannya saat ini, tarif AS terhadap barang-barang China adalah sebesar 125 % .
Selain tarif 125 % itu, barang asal China juga dikenai tarif awal 20 % . Sehingga total tarif untuk barang China yang masuk ke AS menjadi 145 % .
Kementerian Perdagangan China mengatakan pihaknya mengajukan gugatan lain kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terhadap bea masuk AS.
Beijing minggu lalu menangguhkan impor sorgum, unggas, dan tepung tulang dari beberapa perusahaan Amerika, dan memberlakukan lebih banyak kontrol ekspor pada mineral tanah langka yang penting untuk berbagai teknologi.
Mereka juga memasukkan beberapa puluh perusahaan Amerika ke dalam daftar yang akan mencegah perusahaan China menjual barang-barang dengan fungsi ganda kepada mereka.
Mengingat besarnya kekuatan kedua ekonomi negara tersebut, para ahli mengkhawatirkan gejolak ekonomi global.
| Militan Ledakkan Bom Mobil dan Serang Pos Polisi di Pakistan, 12 Petugas Tewas |
|
|---|
| WHO Peringatkan 12 Negara soal Potensi Penyebaran Hantavirus dari Kapal Pesiar MV Hondius |
|
|---|
| Detik-detik Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Pesawat Saat Lepas Landas di Bandara |
|
|---|
| Kim Jong Un Luncurkan Kapal Perang Nuklir Pertama ke Laut Lepas, Ancaman Baru Mengintai AS |
|
|---|
| Skandal Korupsi di China: Dua Eks Menteri Pertahanan Dihukum Mati dengan Penangguhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-AS-Donald-Trump-kiri-dengan-Presiden-Cina-Xi-Jinping-kanan.jpg)