Jokowi Akan Tanggung Utang Negara Rp 7.000 Triliun Jika Kalah Gugatan

Tim Kuasa Hukum Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pihaknya tak akan menunjukkan ijazah asli dari mantan Wali Kota Solo

|
Editor: Faisal Zamzami
Tribun Solo/Ahmad Syarifudin
JOKOWI - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo saat ditemui di kediaman Sumber, Banjarsari, Jumat (14/3/2025). Sebuah gugatan kembali dilayangkan oleh gabungan pengacara yang tergabung dalam kelompok Tolak Ijazah Palsu Usaha Gakpunya Malu (TIPU UGM) terhadap ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). 

SERAMBINEWS.COM, SOLO - Sebuah gugatan kembali dilayangkan oleh gabungan pengacara yang tergabung dalam kelompok Tolak Ijazah Palsu Usaha Gakpunya Malu (TIPU UGM) terhadap ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Gugatan ini juga melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, SMA Negeri 6 Surakarta, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Gugatan tersebut diajukan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Jawa Tengah, dengan nomor perkara 99/Pdt.G/2025/PN Skt pada Senin, 14 April 2025.

Koordinator Tim TIPU UGM, M Taufiq, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk sanggahan terhadap dua putusan sebelumnya dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memenangkan Jokowi.

"Itu tidak kalah. Jadi waktu itu rekan kami Bambang Tri sebagai penggugat dijadikan tersangka dan ditahan. Otomatis secara legal standing dia kesulitan untuk membuktikan," jelas M Taufiq pada Selasa (15/4/2025). 

 Dalam gugatan kedua, lanjut Taufiq, rekan lawyer yang mengajukan gugatan juga dinyatakan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO), yang berarti gugatan tersebut tidak dapat diterima karena adanya cacat formal.

Taufiq menjelaskan bahwa gugatan terbaru ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat.

"Bahwa pengadilan ini bukan mencari siapa yang kalah dan menang. Namun sebagai tempat mencari keadilan. Siapa yang benar, dan siapa yang salah. Itu dasar dari Pengadilan," ujarnya.

Pokok gugatan ini, menurut Taufiq, adalah Jokowi mendaftarkan diri sebagai pejabat publik dengan cara yang tidak sah.

"Ketika seorang pejabat itu memberikan atau melakukan kebohongan publik, itu kan sangat bahaya sekali," tegasnya.

 
Jika gugatan ini dapat dibuktikan kebenarannya, Taufiq menyatakan bahwa utang negara yang mencapai angka Rp 7.000 triliun akan menjadi tanggung jawab pribadi Jokowi.

"Karena jabatannya selama ini tidak sah. Kalau terbukti palsu, utang negara jadi tanggung jawab pribadi. Itu konsekuensi logisnya," jelasnya.

Baca juga: Lawan Tudingan Ijazah Palsu, Jokowi Siapkan Langkah Hukum: Saya Betul-betul Kuliah di UGM

Jokowi Tak akan Tunjukkan Ijazah Aslinya, Kecuali Diminta Pengadilan

Tim Kuasa Hukum Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pihaknya tak akan menunjukkan ijazah asli dari mantan Wali Kota Solo itu.

Sebab tudingan mengenai palsunya ijazah kelulusan Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah tidak benar dan menyesatkan.

Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan bahwa pihaknya akan menunjukkan ijazah asli Jokowi tersebut jika diminta secara hukum.

"Kami tidak akan menunjukkan ijazah asli Pak Jokowi kecuali berdasarkan hukum dan dimintakan oleh pihak-pihak yang berwenang seperti pengadilan dan sebagainya. Itu pasti kami akan taat dan kami tunjukkan," ujar Yakub dalam konferensi persnya, Senin (14/4/2025).

Ia pun menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.

 Padahal, pihak UGM juga sudah memberikan keterangan terkait keaslian ijazah Jokowi yang merupakan alumninya.

"Jadi ini sebenarnya sudah lama sekali dikonfirmasi dan selama ini tidak pernah ada masalah apapun," ujar Yakub.

Di samping itu, ijazah tersebut berkali-kali digunakan dan dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat Jokowi mencalonkan diri sebagai wali kota hingga presiden.

"Ayo kita putar, kembali kepada asas-asas hukum itu bahwa siapapun yang mendalilkan, siapapun yang menuduh, dialah yang membuktikan," tegas Yakub.

Diketahui, isu soal ijazah palsu Jokowi kembali ramai di media sosial. Masalah ijazah palsu ini dibicarakan sejak dua tahun lalu hingga membuatnya tiga kali digugat ke pengadilan.

Namun sepanjang tiga kali itu pula, kasus ini dimenangkan oleh pihak Jokowi

Adapun dalam laman resmi UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menjawab pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi. Ia menegaskan, ijazah dan skripsi Jokowi adalah asli.

"Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli," ujar Sigit dilansir dari laman resmi UGM.

Baca juga: Digugat Soal Mobil Esemka, Jokowi Sebut Salah Alamat: Itu Urusan Swasta

Kuasa Hukum: Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Tidak Benar dan Menyesatkan

Tim Kuasa Hukum Presiden ke-7 Joko Widodo menilai, tudingan ijazah palsu Jokowi yang disampaikan sejumlah pihak tidak benar dan menyesatkan.

Ia pun menantang pihak-pihak yang menyebarkan berita terkait ijazah palsu Jokowi membuktikan pernyataannya.

"Kami sampaikan dengan tegas tuduhan-tuduhan mengenai ijazah palsu Bapak Joko Widodo adalah tidak benar dan itu sangat menyesatkan," kata Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2025).

Ia menegaskan, informasi yang menyebut ijazah Jokowi palsu itu bohong. Menurutnya, ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu ada dan asli.

Namun berdasarkan asas hukum, beban pembuktian jadi tugas pihak yang menampilkan maupun yang menggugat.

 "Ayo kita putar, kembali kepada asas-asas hukum itu bahwa siapapun yang mendalilkan, siapapun yang menuduh, dialah yang membuktikan," imbuhnya.

Yakup menuturkan, keaslian ijazah Jokowi sudah dikonfirmasi oleh pihak Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai instansi yang berwenang. Begitu pun sudah disampaikan oleh Dekan Kehutanan dan Rektor UGM sendiri.

Bahkan, ijazah tersebut sudah pernah berkali-kali digunakan dan dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI saat Jokowi mencalonkan diri sebagai wali kota hingga Presiden.

"Jadi ini sebenarnya sudah lama sekali dikonfirmasi dan selama ini tidak pernah ada masalah apapun," ucapnya.

Ia pun menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang menantang pembuktian ijazah Jokowi.

Padahal, pihak yang harusnya membuktikan adalah pihak yang menyebar ijazah tersebut palsu.

Di sisi lain, ia menyatakan tim kuasa hukum hanya akan menunjukkan ijazah asli Jokowi, jika memang diminta secara hukum.

"Kami tidak akan menunjukkan ijazah asli Pak Jokowi kecuali berdasarkan hukum dan dimintakan oleh pihak-pihak yang berwenang seperti pengadilan dan sebagainya. Itu pasti kami akan taat dan kami tunjukkan. Tapi jika tidak, untuk apa kami tunjukkan?" tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, isu soal ijazah palsu Jokowi kembali ramai di media sosial.

Masalah ijazah palsu ini mulai dibicarakan sejak dua tahun lalu hingga membuatnya tiga kali digugat ke pengadilan.

Namun sepanjang tiga kali itu pula, kasus ini dimenangkan oleh pihak Jokowi.

Kesaksian Teman Seangkatan Soal Keaslian Ijazah Jokowi: Bisa Dibandingkan, Semua Sama

Isu keaslian ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo kembali menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet meragukan tampilan ijazah Jokowi, terutama terkait jenis font yang digunakan.

Namun, Frono Jiwo, teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), menegaskan bahwa ijazah tersebut asli dan tidak berbeda dengan miliknya serta teman-teman seangkatan lainnya.

Frono yang merupakan teman satu angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM menyampaikan keprihatinannya atas informasi yang beredar. Ia memastikan bahwa Jokowi benar-benar berkuliah dan lulus dari UGM.

“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” kata Frono.

Frono juga mengenang sosok Jokowi saat masih kuliah. Menurutnya, Jokowi adalah pribadi yang pendiam, tetapi memiliki selera humor yang tinggi ketika berkumpul dengan teman-temannya.

“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak, apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” kenangnya.

 Selain itu, Jokowi dikenal memiliki hobi naik gunung. Beberapa gunung di Jawa dan Sumatera pernah didakinya, meskipun Frono mengaku jarang ikut serta.

Baca juga: Ramai soal Ijazah dan Skripsi Jokowi Palsu, UGM Ungkap Faktanya

“Pak Jokowi sering naik gunung, tapi saya jarang dan seingat saya, saya tidak pernah bareng naik gunung sama Pak Jokowi,” paparnya.

Ijazah Sama dengan Milik Teman Seangkatan

Menanggapi isu yang menyebutkan bahwa ijazah Jokowi palsu, Frono menegaskan bahwa tampilan ijazah miliknya sama dengan milik Jokowi.

“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari Universitas dan Fakultas,” ujarnya.

Menurut Frono, format ijazah, termasuk tanda tangan Rektor Prof. T Jacob dan Dekan Prof. Soenardi Prawirohatmodjo, tidak berbeda antara satu mahasiswa dengan yang lain.

Skripsi Diketik Manual, Dicetak di Percetakan

Frono juga membantah anggapan bahwa skripsi Jokowi mencurigakan karena penggunaan font tertentu.

Ia menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa di angkatannya menulis skripsi menggunakan mesin ketik, sedangkan sampul dan lembar pengesahan dicetak di percetakan.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik, walaupun sudah ada komputer tapi jarang sekali yang bisa. Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” katanya.

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, yang sebelumnya menyebutkan bahwa percetakan di sekitar kampus UGM sudah umum digunakan oleh mahasiswa sejak dulu.


Setelah lulus dari UGM, Frono dan Jokowi sempat bekerja di perusahaan yang sama, yakni PT. Kertas Kraft Aceh (Persero).

Mereka masuk bersama, termasuk almarhum Hari Mulyono, adik ipar Jokowi.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya, dan almarhum Hari Mulyono bareng-bareng masuk kerja,” kenangnya.

Namun, Jokowi hanya bertahan selama dua tahun. Menurut Frono, alasan Jokowi keluar adalah karena istrinya, Iriana, merasa tidak betah tinggal di area basecamp perusahaan yang terletak di tengah hutan pinus di Aceh Tengah.

“Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana kayaknya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah, Pak Jokowi resign dulu, tinggal saya dan almarhum Hari Mulyono yang masih bertahan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, memastikan bahwa Jokowi memang pernah berkuliah di UGM, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, menyelesaikan skripsi, dan memperoleh ijazah secara sah.

“Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli,” tegasnya.

Baca juga: Mawardi Nur Pastikan Aktivitas Industri PT PEMA Taat Aturan

Baca juga: Heboh Video Dokter Kandungan Lecehkan Pasien, Dinkes: Kejadian Setahun Lalu dan Pernah Diselesaikan

Baca juga: Sosok Sekar Arum Widara, Mantan Artis yang Bawa Uang Palsu Rp223 Juta Belanja di Mall

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved