Senin, 11 Mei 2026

Perang Gaza

Gaza Dibombardir Setara dengan Hampir Enam Kali Daya Ledak Bom Atom di Hiroshima

Rogers mengatakan angka ini setara dengan hampir enam kali kekuatan ledakan bom yang dijatuhkan di Hiroshima oleh AS pada tahun 1945.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
khaberni/tangkap layar
SERANGAN UDARA ISRAEL - Tangkap layar Khaberni yang menunjukkan bekas ledakan bom dari serangan udara Israel di Beit Lahia, Gaza Utara, Sabtu (14/3/2025). Israel berdalih, serangan menargetkan terduga milisi perlawanan yang hendak memasang perangkap. Sejumlah saksi menuturkan kalau para korban adalah warga sipil, termasuk 4 jurnalis dari 9 korban yang dilaporkan. 

SERAMBINEWS.COM - Dalam wawancara dengan jurnalis Inggris Owen Jones, profesor emeritus Universitas Bradford Paul Rogers mengatakan kehancuran di Gaza tidak ada bandingannya di era pasca-Perang Dunia II.

Mengutip laporan oleh Scientists for Global Security, Rogers mengatakan sekitar 70.000 ton bahan peledak telah dijatuhkan di Gaza.

"Dulu pada masa Perang Dingin, kita biasa mengatakan satu kiloton setara dengan seribu ton TNT. Sekarang kita menggunakan bahan peledak yang jauh lebih kuat daripada TNT," imbuhnya.

Rogers mengatakan angka ini setara dengan hampir enam kali kekuatan ledakan bom yang dijatuhkan di Hiroshima oleh AS pada tahun 1945.

"Sangat sedikit orang yang menyadari betapa intensnya hal ini, dan betapa berkelanjutannya hal ini," tambahnya. 

"Kami belum banyak melihatnya di TV di sini, dibandingkan dengan saluran-saluran di Timur Tengah, yang berarti di seluruh dunia Arab, tingkat kemarahan – dan, harus saya katakan, kebencian – terhadap apa yang terjadi, sangat terasa."

Warga Palestina di Gaza Hadapi akan Dihilangkan Pelan-pelan dan Terencana

Jurnalis Al Jazeera Tareq Abu Azzoum dalam laporannya dari Deir al-Balah, Gaza telah berbicara dengan puluhan keluarga setempat.

Mereka tidak hanya didorong melampaui batas. Mereka mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza bukan hanya krisis kemanusiaan. Itu adalah penghapusan kehidupan manusia secara perlahan dan terencana.

Mereka mengatakan bahwa makanan, air dan obat-obatan telah menjadi kemewahan.

"Kita mulai melihat dampak yang sangat serius dari penutupan perbatasan yang sedang berlangsung dan larangan masuknya bantuan," ujarnya.

Keluarga-keluarga mulai membatasi makanan mereka, yaitu hanya makan satu kali sehari. 

Sayangnya, banyak keluarga tidak dapat memenuhinya karena krisis keuangan yang sangat parah yang mereka hadapi.

Hamas Sebut Pembebasan Warga Palestina dari penjara Israel jadi Prioritas dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

Menjelang Hari Tahanan Palestina besok, Hamas mengecam jenis penyiksaan psikologis dan fisik paling kejam yang dialami warga Palestina di penjara-penjara Israel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved