Berita Nasional
Aptivaa Gelar Konferensi AI dan Manajemen Risiko Iklim, Pemanfaatan AI Dalam Deteksi Risiko Kredit
Konferensi ini dalam rangka memperkuat ketahanan sistem keuangan global terhadap dinamika makroekonomi dan risiko iklim.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
Konferensi ini dalam rangka memperkuat ketahanan sistem keuangan global terhadap dinamika makroekonomi dan risiko iklim.
SERAMBINEWS.COM – Aptivaa, penyedia solusi kecerdasan buatan (AI) dan analitik terkemuka, menggelar konferensi executive roundtable.
Konferensi ini bertajuk "Advanced Artificial Intelligence Frameworks and Holistic Risk Mitigation: Integrating Macro-Economic and Climate Risk Analytics into Dynamic Stress Testing Architectures."
Konferensi ini dalam rangka memperkuat ketahanan sistem keuangan global terhadap dinamika makroekonomi dan risiko iklim.
Konferensi yang menghadirkan sejumlah pakar internasional serta praktisi industri keuangan global ini berlangsung di The Westin Jakarta Rabu (16/4/2025) hingga malam.
Country Director Aptivaa Indonesia, Mr Arief Kusuma, menyampaikan hal ini melalui siaran pers kepada Serambinews.com, Kamis (16/4/2025).
“Kegiatan ini menghadirkan para pakar dan praktisi untuk membahas inovasi terbaru dalam manajemen risiko berbasis AI, serta integrasi faktor iklim dalam arsitektur stress testing yang dinamis,” ujarnya.
Baca juga: Detik-detik Penangkapan Adi Mahyanto Penculik Anak di Pasar Rebo, Sembunyi di Plafon, Kaki Ditembak
Arief menambahkan, dalam satu dekade terakhir, sektor keuangan global menghadapi tantangan kompleks mulai dari volatilitas makroekonomi, transisi energi, hingga dampak krisis iklim.
Di tengah tantangan ini, kemajuan AI dan analitik prediktif hadir sebagai solusi transformatif yang mampu mendukung manajemen risiko dan pengambilan keputusan yang lebih strategis.
Konferensi ini dirancang sebagai platform kolaboratif antara pelaku industri, regulator, dan akademisi untuk mengeksplorasi pendekatan holistik dalam menghadapi kompleksitas risiko masa depan.
“Integrasi AI dan analisis risiko iklim dalam model stress testing bukan lagi opsi, tetapi sebuah kebutuhan strategis,” tambah Arief.
“Konferensi ini menjadi momen krusial bagi institusi keuangan di Indonesia dan Asia Tenggara untuk memperkuat kapabilitas resilien mereka.
Salah satu sesi utama dibawakan oleh Mr. Vivek Gupta, Managing Director-Middle East Aptivaa, melalui dua presentasi bertema:
Baca juga: Jangan Sepelekan Urine Berbau Tak Sedap, Bau Air Kencing Bisa Jadi Pertanda Penyakit Serius
“Harnessing the Power of AI for Enhanced Risk Management in Banking” dan “Transforming Financial Operations Through Advanced Analytics”
Kedua sesi ini menyoroti pemanfaatan AI dalam mendeteksi risiko kredit, mengoptimalkan portofolio investasi, dan meningkatkan efisiensi operasional di sektor keuangan.
Puncak acara diisi dengan diskusi panel bersama Mr Ashley Cherian (Director-Advisory) dan Mr. Nasir M. Ahmad (Managing Partner-Climate Risk) yang memaparkan panduan praktik terbaik bertajuk “Good Practice Guide to Integrated Stress Testing Macro-Economic Factors Including Climate Risk.”
Panel ini menekankan pentingnya mengintegrasikan skenario iklim – seperti transisi karbon dan bencana alam – ke dalam model stress testing, serta dampaknya terhadap kebijakan keuangan berkelanjutan.
“Risiko iklim bersifat sistemik dan multidisipliner. Model stress testing konvensional perlu disesuaikan dengan data real-time dan skenario transisi yang dinamis.
Di sinilah AI berperan sebagai penggerak utama (key enabler),” jelas Nasir Ahmad.
Baca juga: Bripka Rio Rolando Polisi yang Aniaya Mantan Pacar Ditangkap, Positif Konsumsi Narkoba Kini Dipatsus
Konferensi juga menghadirkan sesi diskusi untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan memperkuat pemahaman bersama mengenai pendekatan berbasis teknologi dalam menghadapi risiko keuangan dan iklim masa depan. (*)
| Aceh Tertinggi Kasus Malaria Knowlesi |
|
|---|
| Usulan Minimal Calon DPR Lulusan S2 Kandas di MK, Pendidikan Caleg Lulusan SMA Tetap Berlaku |
|
|---|
| Putra Aceh, Azhari Idris Ditunjuk sebagai Vice President SKK Migas Bidang Dukungan Bisnis |
|
|---|
| Heboh LCC 4 Pilar MPR RI: Advokat David Tobing Gugat Kasus, Ini Isi Tuntutannya |
|
|---|
| Viral Penilaian LCC Empat Pilar 2026 di Kalbar, MPR RI Minta Maaf dan Nonaktifkan Dewan Juri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AI-deteksi-risiko-kredit.jpg)