Internasional
Gegara Pro-Palestina, Harvard Dibombardir Pemerintah AS: Dana Dicabut, Mahasiswa Asing Terancam!
Gedung Putih meminta Harvard untuk mengubah kebijakan perekrutan, penerimaan, dan cara mengajar yang dinilai bisa membantu mengatasi tindakan antisemi
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Sejak awal masa kampanyenya, Trump memang kerap mengkritik universitas-universitas top, terutama yang dianggap tidak ramah terhadap pandangan konservatif.
Sejak menjabat kembali, pemerintahannya gencar menyoroti universitas-universitas yang menjadi lokasi demonstrasi pro-Palestina.
Beberapa mahasiswa Yahudi mengaku merasa tidak aman dan mengalami pelecehan saat berada di kampus.
Pemerintah pun membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi antisemitisme sejak Februari lalu.
Tim ini telah mengidentifikasi sedikitnya 60 universitas untuk ditinjau lebih lanjut.
Salah satu contoh tekanan yang berhasil adalah Universitas Columbia.
Pada Maret lalu, kampus itu menyetujui beberapa tuntutan pemerintah setelah pendanaan senilai $400 juta dibekukan.
Columbia kemudian mengganti pimpinan departemen Studi Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika, serta berjanji untuk mengevaluasi proses penerimaan mahasiswa agar lebih netral dan adil.
Meskipun Harvard tetap bersikeras menjaga otonomi akademik, beberapa perubahan sudah dilakukan.
Bulan lalu, kampus ini memecat pimpinan Pusat Studi Timur Tengah karena dianggap tidak mampu menampilkan pandangan dari sisi Israel secara adil.
Namun hingga kini, Harvard belum memberikan tanggapan langsung terhadap tuntutan terbaru yang diajukan oleh Menteri Kristi Noem.
Baca juga: AS dan Rusia Makin Mesra, Trump Tuding Zelensky Picu Perang Ukraina!
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harvard-university_20160819_093843.jpg)