Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Gegara Pro-Palestina, Harvard Dibombardir Pemerintah AS: Dana Dicabut, Mahasiswa Asing Terancam!

Gedung Putih meminta Harvard untuk mengubah kebijakan perekrutan, penerimaan, dan cara mengajar yang dinilai bisa membantu mengatasi tindakan antisemi

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
wikimedia.org
Harvard University 

Sejak awal masa kampanyenya, Trump memang kerap mengkritik universitas-universitas top, terutama yang dianggap tidak ramah terhadap pandangan konservatif.

Sejak menjabat kembali, pemerintahannya gencar menyoroti universitas-universitas yang menjadi lokasi demonstrasi pro-Palestina.

Beberapa mahasiswa Yahudi mengaku merasa tidak aman dan mengalami pelecehan saat berada di kampus.

Pemerintah pun membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi antisemitisme sejak Februari lalu.

Tim ini telah mengidentifikasi sedikitnya 60 universitas untuk ditinjau lebih lanjut.

Salah satu contoh tekanan yang berhasil adalah Universitas Columbia.

Pada Maret lalu, kampus itu menyetujui beberapa tuntutan pemerintah setelah pendanaan senilai $400 juta dibekukan.

 Columbia kemudian mengganti pimpinan departemen Studi Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika, serta berjanji untuk mengevaluasi proses penerimaan mahasiswa agar lebih netral dan adil.

Meskipun Harvard tetap bersikeras menjaga otonomi akademik, beberapa perubahan sudah dilakukan.

Bulan lalu, kampus ini memecat pimpinan Pusat Studi Timur Tengah karena dianggap tidak mampu menampilkan pandangan dari sisi Israel secara adil.

Namun hingga kini, Harvard belum memberikan tanggapan langsung terhadap tuntutan terbaru yang diajukan oleh Menteri Kristi Noem.

Baca juga: AS dan Rusia Makin Mesra, Trump Tuding Zelensky Picu Perang Ukraina!

 (Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved