Kamis, 30 April 2026

Kepala BPKA Tegaskan Komitmen Pemerintah Aceh Dukung Digitalisasi Keuangan Daerah

Reza Saputra, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung dan menyukseskan program digitalisasi keuangan daerah.

Tayang:
Editor: Yocerizal
IST/SERAMBINEWS.COM
SP2D ONLINE - Acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pelaksanaan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di aula Birawa Assembly Hotel, Kamis (17/4/2025). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA) Reza Saputra, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung dan menyukseskan program digitalisasi keuangan daerah.

Hal tersebut disampaikan Reza usai menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pelaksanaan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di aula Birawa Assembly Hotel, Kamis (17/4/2025).

“Sesuai arahan Pak Gubernur, kami hadir di sini sebagai wujud dukungan Pemerintah Aceh bagi suksesnya program ini,"

"Digitalisasi keuangan daerah adalah sebuah langkah maju dalam penataan keuangan daerah yang lebih cepat, efektif dan tentu saja lebih transparan dan efisien,” ujar Reza.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) ini merupakan upaya mempercepat digitalisasi tata kelola keuangan pemerintah daerah. 

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tahir, Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni dan sejumlah gubernur, bupati, wali kota dan kepala BPD se-Indonesia. 

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan antara Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri dan Direktur Utama BPD se-Indonesia. 

Baca juga: Rekam Jejak M Syafril Firdaus, Dokter Kandungan yang Jadi Sorotan, Pernah Ditonjok Suami Pasien

Baca juga: Guru Gadungan Masuk Ruang Kelas, Murid SD Tiba-tiba Disuruh Lepas Benda Ini, Satu Siswa Menangis

Hingga saat ini, sebanyak 24 BPD telah menandatangani PKS, dengan sisanya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

“SIPD memfasilitasi seluruh proses perencanaan hingga pelaporan transaksi keuangan daerah, termasuk penerbitan SP2D secara online,"

"Ini akan membantu mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ujar Tomsi.

Implementasi SP2D online ini juga melibatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, Stranas PK, OJK, ASPI, serta pemerintah daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dari tingkat provinsi hingga kota/kabupaten.

Sementara itu, Ketua Umum ASBANDA menyampaikan bahwa BPD sebagai mitra strategis pemerintah daerah memiliki tiga fungsi Utama.

Yaitu sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah, pengelola kas dan keuangan daerah, serta sumber pendapatan asli daerah. Dengan dukungan sistem SP2D online, BPD akan semakin optimal menjalankan perannya.

Kinerja positif BPD juga turut disampaikan dalam kesempatan ini. Total aset BPD per Desember 2024 tercatat sebesar Rp 1.021 triliun, naik 3,70 persen secara tahunan. 

Baca juga: Bentrok di Kampus Abulyatama Aceh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal

Baca juga: Disdik Aceh Imbau Sekolah Tak Wajibkan Wisuda, Utamakan Pemulihan Ekonomi Orang Tua

Dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp 752,68 triliun, naik 3,06 persen, dan penyaluran kredit mencapai Rp 658,60 triliun, tumbuh 6,49 persen dibanding tahun sebelumnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved