Minggu, 26 April 2026

Internasional

Akibat Ulah Trump! Dolar Runtuh, Harga Emas Terbang, Pasar Global Bergejolak

“Pasar sudah gelisah karena meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi di Saxo, Singapura.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Facebook The White House
TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). 

Euro menyentuh level tertingginya dalam tiga tahun terakhir, dan yen Jepang berada di level tertinggi dalam tujuh bulan.

 Bahkan, franc Swiss naik 0,6 persen terhadap dolar, mendekati titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Pelemahan dolar ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap aset-aset AS mulai goyah.

Hal ini makin diperburuk oleh konflik dagang yang masih berlangsung antara AS dan China.

Meski Trump sempat menyebut ada “pembicaraan pribadi yang baik” dengan China, pernyataan dari Duta Besar China untuk AS menunjukkan bahwa hubungan kedua negara belum membaik.

“AS harus menunjukkan rasa hormat sebelum pembicaraan apa pun bisa dilakukan,” tegasnya.

Imbal Hasil Obligasi Naik, The Fed dalam Sorotan

Di tengah gejolak ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik sebesar 3 basis poin menjadi 4,358 persen.

 Kenaikan ini mencerminkan kecemasan pasar terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga ke depan.

Sementara itu, Austan Goolsbee, Presiden Federal Reserve Chicago, mengomentari kondisi ini pada hari Minggu.

 Ia menyatakan harapannya agar AS tetap menjadi negara di mana bank sentral bisa membuat keputusan secara independen, tanpa tekanan politik.

“Saya berharap kita tidak masuk ke dalam lingkungan di mana kemampuan bank sentral untuk menetapkan kebijakan moneter secara bebas dipertanyakan,” katanya.

Saham Teknologi Megacap Turun, Investor Menanti Laporan Keuangan

Minggu ini, perhatian investor juga akan tertuju pada musim laporan keuangan perusahaan besar di AS. Beberapa nama besar yang akan melaporkan hasil kinerjanya adalah:

  • Alphabet (induk Google)
  • Intel (pembuat chip)
  • Tesla (produsen kendaraan listrik)


Sayangnya, semua saham dari kelompok “Magnificent Seven” , yaitu perusahaan teknologi terbesar AS mengalami penurunan tajam pada tahun 2025 ini.

Alphabet turun sekitar 20 persen, sementara Tesla anjlok hingga 40 persen sejak awal tahun.

Emas Jadi Tempat Aman di Tengah Ketidakpastian

Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti pasar global, harga emas kembali menjadi andalan investor.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved