Jumat, 8 Mei 2026

China Peringatkan Negara Lain, Akan Balas Negara-negara yang Bekerja Sama dengan AS

China memperingatkan akan membalas negara-negara yang bekerja sama dengan AS dengan cara yang membahayakan kepentingan Beijing.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
China's Ministry of Foreign Affairs
PERANG DAGANG - Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China 

Sejak Trump mengenakan tarif impor pada China selama masa jabatan pertamanya, China telah meningkatkan perdagangannya dengan Asia Tenggara, yang kini menjadi mitra dagang terbesar China di tingkat regional.

 AS tetap menjadi mitra dagang terbesar China di tingkat satu negara.

Minggu lalu, Kementerian Perdagangan China mengganti negosiator perdagangan internasional utamanya dengan Li Chenggang, yang juga menjadi wakil menteri dan telah menjadi duta besar negara tersebut untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

China telah mengajukan gugatan terhadap AS ke WTO atas kenaikan tarif terbaru Trump.

 

Tekanan dari Pemerintahan Trump

Sumber yang dikutip Bloomberg menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump tengah menyusun strategi untuk menekan negara-negara yang meminta pengecualian tarif.

Negara-negara itu diminta menurunkan volume perdagangannya dengan China.

Jika tidak, mereka bisa dikenai sanksi, termasuk dalam bentuk denda atau pembatasan dagang.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan keras Trump terhadap mitra dagang yang dinilai tidak mendukung posisinya dalam menghadapi China.

Awal bulan ini, Perwakilan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer menyebut hampir 50 negara telah menghubungi pemerintah AS untuk membahas tarif tinggi yang diberlakukan Trump.

Sejumlah pembicaraan bilateral telah berlangsung.

Jepang, misalnya, mempertimbangkan menambah impor kedelai dan beras dari Amerika Serikat.

Sementara Indonesia dilaporkan berencana meningkatkan pembelian komoditas dan produk pangan asal AS, sembari mengurangi pesanan dari negara lain.  

China Jadi Target Utama Trump pada 2 April mengumumkan tarif impor untuk puluhan negara, tapi hanya China yang benar-benar dikenai beban tarif terbesar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved