Breaking News
Sabtu, 18 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Stabil Menanti Kesepakatan Perdagangan AS-Tiongkok: Apakah Emas Siap Melejit?

Harga emas menunjukkan kestabilan pada hari Jumat (25/4/2025), dan tampaknya akan mencatatkan kenaikan mingguannya yang ketiga berturut-turut. 

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
HARGA EMAS-Harga emas menunjukkan kestabilan pada hari Jumat (25/4/2025), dan tampaknya akan mencatatkan kenaikan mingguannya yang ketiga berturut-turut. 

Harga Emas Stabil Menanti Kesepakatan Perdagangan AS-Tiongkok: Apakah Emas Siap Melejit?

SERAMBINEWS.COM-Harga Emas Stabil dan Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-Tiongkok.

Harga emas menunjukkan kestabilan pada hari Jumat (25/4/2025), dan tampaknya akan mencatatkan kenaikan mingguannya yang ketiga berturut-turut. 

Meskipun situasi perdagangan global tetap penuh ketidakpastian, investor tetap mempertahankan prospek positif terhadap emas, memandangnya sebagai pelindung yang aman di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dilansir dari kantor berita Reuters (25/4/2025), pada pukul 02.50 GMT, harga emas spot tercatat stabil di angka $3.348 per ons, sementara harga emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi $3.359. 

Kenaikan ini memberikan gambaran bahwa investor masih sangat tertarik pada emas, yang dikenal sebagai aset aman, di tengah kondisi pasar yang volatile.

"Meskipun posisi yang ramai dalam emas mungkin memerlukan jeda jangka pendek, kemunduran sejauh ini terbatas, karena investor terus melihat emas sebagai lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung," ujar Yeap Jun Rong, seorang ahli strategi pasar di IG.

Baca juga: Paket Senjata Rp1.600 Triliun! AS Siap Tawarkan Senjata Canggih ke Arab Saudi Selama Kunjungan Trump


Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pasar saat ini adalah negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Presiden AS, Donald Trump, menegaskan pada Kamis bahwa perundingan perdagangan antara kedua negara terus berlangsung.

Ia menanggapi klaim dari pihak Tiongkok yang menyatakan bahwa tidak ada diskusi yang dilakukan untuk meredakan perang dagang yang telah berlangsung cukup lama.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok menanggapi pernyataan Trump dengan mengatakan bahwa jika AS benar-benar ingin menyelesaikan sengketa perdagangan, mereka harus terlebih dahulu mencabut semua tindakan tarif sepihak yang diberlakukan terhadap Tiongkok.

 Ketegangan ini membuat investor terus memantau perkembangan ini dengan cermat, karena ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan bisa berdampak besar terhadap pasar global.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau saham, tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi nilai kekayaan mereka di tengah ketidakstabilan ekonomi.

Baca juga: Trump dan Zelenskiy Bentrok Lagi, AS Ancam Tinggalkan Meja Perundingan!

Harga emas batangan telah melonjak lebih dari $700 tahun ini, dan mencapai rekor tertinggi di angka $3.500,05 pada hari Selasa.

 Kenaikan harga ini menunjukkan bagaimana emas menjadi salah satu instrumen yang paling diminati di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved