Jumat, 10 April 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Trump dan Zelenskiy Bentrok Lagi, AS Ancam Tinggalkan Meja Perundingan!

“Sudah waktunya bagi Rusia dan Ukraina untuk menyetujui proposal perdamaian AS, atau bagi Amerika Serikat untuk meninggalkan proses ini,” katanya di h

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan Layar YouTube The White House
ADU MULUT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kembali berselisih pada Rabu (23/4/2025), foto ini merupakan tangkapan layar di YouTube The White House menunjukkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan Presiden AS, Donald Trump beserta Wakilnya, JD Vance terlibat adu mulut di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (28/2/2025). 

Trump dan Zelenskiy Bentrok Lagi, AS Ancam Tinggalkan Meja Perundingan!

SERAMBINEWS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kembali berselisih pada Rabu (23/4/2025) terkait upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Ukraina.

 Perselisihan ini muncul setelah Trump secara terbuka menegur Zelenskiy karena menolak mengakui wilayah Krimea sebagai milik Rusia.

AS Ancam Keluar dari Perundingan

Wakil Presiden Trump, JD Vance, yang sedang melakukan kunjungan ke India, memperingatkan bahwa Amerika bisa saja menarik diri dari perundingan jika tidak ada kemajuan.

“Sudah waktunya bagi Rusia dan Ukraina untuk menyetujui proposal perdamaian AS, atau bagi Amerika Serikat untuk meninggalkan proses ini,” katanya di hadapan wartawan.


Ia menjelaskan bahwa usulan AS mencakup "pembekuan batas wilayah yang mendekati kondisi saat ini" serta dorongan untuk "penyelesaian diplomatik jangka panjang yang bisa membawa perdamaian permanen."

“Satu-satunya cara untuk benar-benar menghentikan pembunuhan adalah dengan meletakkan senjata dan membekukan hal ini,” ujar Vance.


Seorang mantan pejabat Barat yang mengetahui isi proposal menyebut bahwa rencana tersebut juga mencakup pengakuan atas pencaplokan Krimea oleh Rusia, yang secara luas dikecam oleh dunia internasional sejak dilakukan pada tahun 2014.

Baca juga: Harga Emas Terkapar! Trump Bikin Pasar Goyang dengan Manuver Mengejutkan

Trump Tekan Ukraina, Kurangi Tekanan ke Rusia

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Presiden Trump telah merombak pendekatan Amerika terhadap perang ini.

Ia mendorong Ukraina agar menyetujui gencatan senjata, sambil mengurangi tekanan terhadap Rusia, yang telah melancarkan invasi besar-besaran sejak 2022.

Namun, Presiden Zelenskiy bersikeras bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan Krimea kepada Rusia.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan di sini. Ini bertentangan dengan konstitusi kita,” tegasnya, Selasa lalu.


Trump: "Krimea Sudah Hilang Lama"

Trump tidak menyukai pernyataan itu. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, ia menyebut sikap Zelenskiy sebagai “menghasut” dan “membuat perdamaian semakin sulit dicapai.”

“Krimea sudah hilang bertahun-tahun lalu, dan bahkan tidak menjadi bahan diskusi,” tulis Trump.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved