Konflik Rusia dan Ukraina
Trump dan Zelenskiy Bentrok Lagi, AS Ancam Tinggalkan Meja Perundingan!
“Sudah waktunya bagi Rusia dan Ukraina untuk menyetujui proposal perdamaian AS, atau bagi Amerika Serikat untuk meninggalkan proses ini,” katanya di h
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
Trump dan Zelenskiy Bentrok Lagi, AS Ancam Tinggalkan Meja Perundingan!
SERAMBINEWS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kembali berselisih pada Rabu (23/4/2025) terkait upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Ukraina.
Perselisihan ini muncul setelah Trump secara terbuka menegur Zelenskiy karena menolak mengakui wilayah Krimea sebagai milik Rusia.
AS Ancam Keluar dari Perundingan
Wakil Presiden Trump, JD Vance, yang sedang melakukan kunjungan ke India, memperingatkan bahwa Amerika bisa saja menarik diri dari perundingan jika tidak ada kemajuan.
“Sudah waktunya bagi Rusia dan Ukraina untuk menyetujui proposal perdamaian AS, atau bagi Amerika Serikat untuk meninggalkan proses ini,” katanya di hadapan wartawan.
Ia menjelaskan bahwa usulan AS mencakup "pembekuan batas wilayah yang mendekati kondisi saat ini" serta dorongan untuk "penyelesaian diplomatik jangka panjang yang bisa membawa perdamaian permanen."
“Satu-satunya cara untuk benar-benar menghentikan pembunuhan adalah dengan meletakkan senjata dan membekukan hal ini,” ujar Vance.
Seorang mantan pejabat Barat yang mengetahui isi proposal menyebut bahwa rencana tersebut juga mencakup pengakuan atas pencaplokan Krimea oleh Rusia, yang secara luas dikecam oleh dunia internasional sejak dilakukan pada tahun 2014.
Baca juga: Harga Emas Terkapar! Trump Bikin Pasar Goyang dengan Manuver Mengejutkan
Trump Tekan Ukraina, Kurangi Tekanan ke Rusia
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Presiden Trump telah merombak pendekatan Amerika terhadap perang ini.
Ia mendorong Ukraina agar menyetujui gencatan senjata, sambil mengurangi tekanan terhadap Rusia, yang telah melancarkan invasi besar-besaran sejak 2022.
Namun, Presiden Zelenskiy bersikeras bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan Krimea kepada Rusia.
“Tidak ada yang perlu dibicarakan di sini. Ini bertentangan dengan konstitusi kita,” tegasnya, Selasa lalu.
Trump: "Krimea Sudah Hilang Lama"
Trump tidak menyukai pernyataan itu. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, ia menyebut sikap Zelenskiy sebagai “menghasut” dan “membuat perdamaian semakin sulit dicapai.”
“Krimea sudah hilang bertahun-tahun lalu, dan bahkan tidak menjadi bahan diskusi,” tulis Trump.
| Perang Rusia vs Ukraina Semakin Meluas, Kini Berkecamuk di Darat dan Laut Front Timur |
|
|---|
| Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, Polandia Siaga Jet Tempur |
|
|---|
| Trump Ubah Haluan! Dukung Ukraina Rebut Krimea dan 20 Persen Wilayah yang Dikuasai Rusia |
|
|---|
| 3 Tahun Perang, Presiden Rusia & Ukraina Akhirnya Siap Bertemu 2 Pekan Lagi |
|
|---|
| Janji Damai Omong Kosong? Putin Sebut Ingin Damai, Tapi Malam Itu Juga Ukraina Dibombardir 270 Drone |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-dan-Presiden-AS-Donald-Trump-1-3.jpg)