Berita Pidie
MUQ Pidie Terapkan Aplikasi 'Raqib dan Atid', Kawal Santri Secara Menyeluruh
langkah-langkah dan penerapan teknis untuk mengintegrasikan teknologi tersebut lebih diprioritaskan selain pada sistem monitoring hafalan digital
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Kabupaten Pidie dalan empat bulan terakhir telah menerapkan aplikasi pengawasan secara menyeluruh berupa 'Rakib Atid' terhadap 600 santri, wali santri hingga peran tenaga kependidikan dalam lingkungan lembaga pendidikan.
Aplikasi digital 'Raqib dan Atid' itu sebagai penerapan manajemen transformasi digital dan integrasi teknologi komputer dan koneksi jaringan secara terpadu di seluruh lingkungan atau sudut komplek MUQ yang berfungsi untuk pengawasan aktivitas para santri.
Baik berupa peningkatan prestasi belajar yaitu setoran hafalan, penguasaan nila daei berbagai mata pelajaran pendidikan, pembayaran SPP, serta rekaman jejak moral baik dan buruk selama menempuh pendidikan.
Pejabat Sementara (Pjs) MUQ Pidie, Tgk H Syahrul Syamaun, SSosI kepada Serambinews.com, Jumat (23/4/2025) usai kegiatan setoran hafalan secara massal bagi 600 santri mengatakan, sebagai lembaga pendidikan terpadu, MUQ memiliki sikap dan komitmen target terhadap potensi dalam mencerdaskan generasi muda muslim dalam 'Membumikan' kitab suci Al-Quran ditengah umat.
"Maka potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kenyamanan dalam mengelola administrasi serta kegiatan sehari-hari.
Maka penerapan teknologi ini lewat aplikasi 'Raqib dan Atid' memilki keunggulan terintegrasi dalam melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi setiap santri dan wali santri dan bahkan dewan guru itu sendiri," sebutnya.
Baca juga: Ketua STIH Al-Banna Lhokseumawe: Penegakan Syariat di Aceh Mandat Konstitusi dan Martabat Bangsa
Menurut Hafidz 30 juz ini, lewat aplikasi dimaksud pihak manajemen MUQ mendapatkan hal yang tergolong membantu dalam melakukan tindakan dalam memberikan sebuah keputusan terhadap peserta didik.
Jadi, banyak proses yang dapat dilakukan secara online dan real-time dengan memungkinkan pengawasan dan komunikasi yang lebih efektif antara pihak pengelola, guru, staf, santri, dan orang tua.
Dijelaskan juga, langkah-langkah dan penerapan teknis untuk mengintegrasikan teknologi tersebut lebih diprioritaskan selain pada sistem monitoring hafalan digital.
Jadi, aplikasi berbasis web atau mobile yang dirancang untuk mencatat dan menilai progres hafalan.
Guru mencatat hafalan yang berhasil disetorkan oleh santri ke dalam aplikasi.
Aplikasi menyediakan skor atau evaluasi otomatis berbasis kriteria yang telah ditentukan.
Lalu, penerapan fitur Biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah untuk autentikasi santri.
"Maka semua Rapor 'Amal' santri, guru dan peran orang tua menjadi basis data pusat yang terhubung dengan jaringan untuk sinkronisasi data secara real-time," ungkapnya.(*)
Baca juga: Haul Ke-66 Abuya Muda Waly Al-Khalidy Dihadiri Ribuan Jamaah, Santri, Alumni dan Ulama
Kasus ASN di Pidie Diduga Predator Anak di Bawah Umur, Polisi Periksa Lima Saksi |
![]() |
---|
Ketika Kapolres Pidie dan Istri Masak Kuliner Mi Suree di Ujong Pie Laweung |
![]() |
---|
Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Eks PNPM di Pidie Rp2,4 Miliar, Dikelola Sejak 2015 Hingga 2020 |
![]() |
---|
Murid SD 1 Sigli Dipangku Bunda PAUD Saat Diimunisasi, Dinkes Sebut Cakupan Rendah |
![]() |
---|
Pemkab Resmi Luncurkan Kartu Pidie Sehat: Capaian Imunisasi Masih Rendah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.